Jakarta, [GT] – Manchester United seolah menemukan kembali denyut nadinya. Kemenangan meyakinkan 2-0 atas Tottenham Hotspur pada pekan ke-25 Premier League 2025/2026 bukan sekadar tiga poin ini adalah pernyataan. Setan Merah sedang bangkit, dan mereka menikmatinya.
Hasil tersebut menegaskan laju positif United sejak Michael Carrick dipercaya memegang kemudi sebagai pelatih interim. Empat laga Premier League, empat kemenangan sempurna. Konsistensi yang lama hilang kini terasa nyata, seperti Old Trafford yang kembali hidup setelah sekian lama sunyi.
Performa solid itu langsung berdampak pada papan klasemen. Manchester United kini melompat ke posisi empat besar, meninggalkan Liverpool dengan selisih lima poin di belakang. Sebuah jarak yang bukan hanya angka, tapi juga simbol kembalinya kepercayaan diri.
Namun kebangkitan ini bukan sekadar soal formasi atau strategi di papan taktik. Bek sayap Setan Merah, Luke Shaw membuka tabir perubahan besar di ruang ganti.
Menurutnya, Carrick membawa sesuatu yang tak bisa diajarkan dalam buku kepelatihan pemahaman mendalam tentang jiwa Manchester United.
Bagi Shaw, Carrick bukan pelatih yang datang dengan jargon rumit. Ia hadir dengan pendekatan membumi, sederhana, dan terasa sangat “United”.
“Dia telah membuat banyak perbedaan. Tetapi bagi saya, yang terpenting adalah dia mengenal klub ini. Dia tahu persis apa yang dibutuhkan untuk memenangkan pertandingan, membuat semua orang senang, dan menikmati apa yang kami lakukan,” ujar Luke Shaw, dikutip dari talkSPORT.
Di tengah musim yang sempat penuh tanda tanya, Manchester United kini kembali tersenyum. Para pemain bermain dengan gairah, fans kembali percaya, dan Carrick seorang yang tumbuh bersama klub menjadi simbol bahwa terkadang, jawaban terbaik datang dari dalam rumah sendiri.(Ola)





















