Batam, [GT] – Puncak arus balik Lebaran 2026 menuju Kota Batam, Kepulauan Riau melalui jalur laut diprediksi terjadi pada 30 Maret 2026, seiring lonjakan kedatangan penumpang kapal KM Kelud dari Belawan yang diperkirakan menembus 3.600 orang.
Prediksi tersebut disampaikan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PELNI, yang sejak awal telah memetakan potensi peningkatan arus balik pada sejumlah rute utama menuju Batam, khususnya dari Belawan dan Tanjung Priok.
Kepala Cabang PELNI Batam, Edwin Kurniansyah, mengatakan arus balik sebenarnya sudah mulai terlihat sejak kedatangan KM Kelud dari Belawan pada 24 Maret 2026. Saat itu, jumlah penumpang yang tiba di Batam tercatat mencapai 2.670 orang.
“Arus balik sudah dimulai sejak kedatangan KM Kelud pada 24 Maret dari Belawan dengan jumlah penumpang tiba sebanyak 2.670 orang. Selanjutnya, kedatangan KM Kelud pada 28 Maret dari Tanjung Priok diperkirakan membawa sekitar 2.700 penumpang,” ujarnya, Jumat (27/3/26) di Batam.
Namun, lonjakan tertinggi diprediksi akan terjadi pada 30 Maret 2026, saat KM Kelud kembali sandar di Batam dengan jumlah penumpang yang diperkirakan jauh lebih besar dibanding kedatangan sebelumnya. Momen ini dipandang sebagai puncak arus balik masyarakat yang kembali ke Batam usai merayakan Idulfitri di kampung halaman.
Batam yang selama ini menjadi salah satu pusat aktivitas industri, perdagangan, dan jasa di Kepulauan Riau memang selalu mengalami peningkatan mobilitas penumpang pasca-Lebaran. Jalur laut menjadi pilihan utama banyak warga karena menghubungkan Batam dengan sejumlah kota besar di Pulau Sumatera dan Pulau Jawa.
Menghadapi potensi kepadatan tersebut, PELNI Batam mengaku telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi agar proses kedatangan penumpang tetap berjalan tertib, aman, dan lancar. Kesiapan itu, kata Edwin, sudah dilakukan sejak awal masa angkutan Lebaran.
“Seluruh kesiapan operasional sudah kami siapkan sejak awal masa mudik. Tim satgas tetap disiagakan untuk memfasilitasi seluruh penumpang yang tiba di Batam,” katanya.
Sejumlah langkah pengamanan dan pelayanan pun telah disiapkan, mulai dari penyiagaan tim satuan tugas (satgas), pembukaan posko terpadu, hingga penambahan personel pengamanan internal dan eksternal baik di atas kapal maupun di kawasan pelabuhan.
Tak hanya itu, PELNI juga memperkuat aspek keselamatan pelayaran melalui workshop keselamatan bagi anak buah kapal (ABK) serta pemantauan kondisi cuaca secara berkala dengan berkoordinasi bersama BMKG. Langkah ini dinilai penting mengingat faktor cuaca masih menjadi salah satu penentu utama kelancaran pelayaran di musim arus mudik dan balik.
Untuk mendukung kelancaran arus penumpang, penyesuaian rute dan jadwal pelayaran juga telah dilakukan. Dengan pola operasional tersebut, PELNI berharap kedatangan ribuan pemudik balik ke Batam pada akhir Maret dapat terlayani secara optimal tanpa menimbulkan penumpukan yang signifikan di pelabuhan.
Di sisi lain, masyarakat diimbau agar merencanakan perjalanan dengan matang dan melakukan pembelian tiket lebih awal melalui kanal resmi. Langkah itu dinilai penting untuk menghindari antrean panjang, keterlambatan, maupun kendala administratif saat keberangkatan maupun kedatangan.
“Kami memastikan setiap kapal dan ABK siap melayani masyarakat dengan sepenuh hati,” ujar Edwin.
Saat ini, tiket kapal PELNI dapat diperoleh melalui berbagai kanal resmi seperti aplikasi PELNI Mobile, situs resmi PELNI, contact center 162, loket cabang, serta berbagai mitra penjualan, termasuk layanan perbankan dan jaringan ritel modern. Untuk kemudahan transaksi, PELNI juga menyediakan beragam metode pembayaran, mulai dari virtual account perbankan hingga layanan pembayaran digital.
Dengan prediksi kedatangan ribuan penumpang pada 30 Maret 2026, jalur laut dipastikan kembali menjadi urat nadi utama arus balik Lebaran ke Batam. Aktivitas di pelabuhan pun diperkirakan akan meningkat signifikan, menandai berakhirnya masa libur panjang dan dimulainya kembali denyut aktivitas masyarakat di kota industri tersebut.(Ind)


























