DAERAH  

Indonesia Sapu Bersih Emas SEABA U17 3×3 di Batam

Share

Batam, [GT] – Timnas Basket U17 3×3 Indonesia mengawinkan gelar juara kategori putra dan putri pada SEABA U17 3×3 Championship 2026 yang berlangsung di Hi-Test Arena, Batam, Kepulauan Riau, 19–20 September.

Gelar juara putra diraih Indonesia setelah menundukkan Malaysia dengan skor 20-11 pada laga final, Minggu (20/9). Sementara tim putri tampil dominan dengan mengalahkan Thailand 21-8.

Advertisement

Capaian tersebut menjadi kali pertama Indonesia menguasai dua kategori sekaligus sejak SEABA U17 3×3 digelar.

Pada edisi perdana di Singapura pada 2025, tim putri Indonesia lebih dulu keluar sebagai juara, sedangkan tim putra hanya mampu finis di posisi keempat.

Untuk kategori putri, Indonesia menjadi juara pertama, disusul Thailand sebagai juara kedua dan Vietnam di posisi ketiga. Sementara pada kategori putra, Malaysia menempati posisi kedua dan Singapura di peringkat ketiga.

Kejuaraan tersebut mempertemukan talenta muda dari enam negara Asia Tenggara, yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Brunei Darussalam.

Wasekjen DPP Perbasi Batam, Rezki Wirmandi mengatakan, keberhasilan Indonesia meraih dua gelar menjadi bukti kerja keras seluruh tim, mulai dari pemain, pelatih, manajer hingga ofisial.

“Target kami yang pertama sukses penyelenggaraan. Alhamdulillah kita telah menyelesaikan semua agenda SEABA yang ke-17. Yang kedua sukses prestasi, dan Alhamdulillah juga kita telah mengawinkan gelar,” kata Rezki.

Ia berharap, pencapaian tersebut dapat menjadi acuan dalam pembinaan pemain pada kelompok umur berikutnya.

“Semoga apa yang dicapai hari ini bisa menjadi acuan untuk kelompok umur yang akan datang,” ujarnya.

Pelatih Timnas Basket U17 3×3 putra dan putri Indonesia, Wahyu Widayat Jati mengaku, terkejut dengan hasil yang diraih anak asuhnya. Pasalnya, persiapan menuju kejuaraan tersebut hanya berlangsung sekitar dua pekan.

“Terus terang saya surprise juga karena persiapan cuma dua minggu dan waktu seleksi pun banyak yang pull out, banyak yang tidak memilih,” ujar Wahyu.

Menurut dia, persiapan tim juga menghadapi kendala karena sejumlah pemain harus mengikuti agenda lain, seperti Piala Dunia, DBL, dan pertandingan lainnya.

“Ada yang ikut World Cup, ada yang ikut DBL, ada yang ikut pertandingan lain. Jadi seminggu pertama buat saya adalah tough week,” katanya.

Meski persiapan terbatas, Indonesia mampu menjaga konsistensi permainan hingga merebut dua gelar juara.

Wahyu mengatakan, evaluasi tetap dilakukan sebagai bahan pembinaan pemain usia muda. Menurut dia, fondasi pemain harus dibangun sejak kelompok umur, baik dari sisi fundamental, fisik maupun mental.

“Konsistensi dan trust the system. Fokus untuk bermain per game, jangan over confidence, start from defense,” kata Wahyu.

Ketua Perbasi Kota Batam Junico mengatakan, keberhasilan Indonesia sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan Batam sebagai salah satu daerah yang mampu menggelar kompetisi bola basket bertaraf internasional.

“Kita ingin memperkenalkan agenda basket internasional yang akan diselenggarakan pada 19-20 September di Batam. Perbasi Batam dan Kepri sangat antusias karena kita kembali jadi tuan rumah event internasional di Batam,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Perbasi Kepri Suhadi mengatakan, penyelenggaraan SEABA U17 3×3 Championship 2026 berjalan dengan baik.

Ia berharap, keberadaan kompetisi internasional tersebut dapat diikuti dengan semakin banyaknya turnamen lokal untuk menjaga kesinambungan pembinaan atlet di Batam.

“Alhamdulillah hari ini kita telah menyelesaikan dengan baik kejuaraan U17 Championship ini. Saya berharap mudah-mudahan tahun depan kita akan meningkatkan lebih banyak lagi event yang lokal, jadi pertandingan-pertandingan lokal akan kita selenggarakan,” ujar Suhadi.

Ia menilai, Batam memiliki modal untuk memperkuat pembinaan basket usia muda, antara lain ketersediaan lapangan serta sejumlah kelompok latihan dan akademi yang aktif.

Ke depan, Perbasi Kota Batam juga berencana menghadirkan kembali kompetisi kelompok umur, termasuk nomor 3×3 putra dan putri, untuk menjaga kesinambungan kompetisi sekaligus mencari bibit-bibit baru bola basket.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *