Bekasi, [GT] – Duka mendalam menyelimuti sektor transportasi umum di Indonesia usai insiden kecelakaan kereta yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat.
Kereta api jarak jauh (KAJJ) Argo Bromo Anggrek (ABA) relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi menabrak gerbong belakang yang merupakan gerbong khusus wanita KRL Commuter Line jurusan Cikarang nomor PLB 5568A pada Senin malam, 27 April 2026.
Akibat insiden ini, menurut data terbaru, ada 14 orang yang meninggal dunia serta 84 orang mengalami luka-luka dan dirawat di beberapa rumah sakit terdekat.
Di tengah kabar insiden tersebut, beredar di media sosial kesaksian beberapa penumpang KRL ketika kereta yang ditumpanginya tertabrak oleh Argo Bromo Anggrek.
Cerita Penumpang di Gerbong Lain: Badan Terbanting saat KRL Tertabrak KA ABA
Sebuah utas viral di platform media sosial Threads yang ditulis oleh akun @raradaniia membeberkan detik-detik saat KRL terdorong maju setelah tertabrak KA ABA.
“Itu KRL bener-bener ditabrak kenceng banget. Gue nggak tau di gerbong berapa, tiba-tiba jatuh ke kiri, kegeret sampai pipi gue beset. Tiga jari gue kebanting aspal KRL sampai badan gue sendiri nggak bisa nahan dan ikut kegeret,” tulisnya dalam unggahan pada Selasa, 28 April 2026.
Saat kejadian, HP miliknya ikut terlempar karena insiden tabrakan yang keras tersebut.
Dalam cuitan lainnya, ia mengatakan beberapa bagian tubuhnya seperti tangan dan lutut kiri mengalami memar, serta pipi lecet karena terbanting dan sempat jatuh terseret ketika KRL tertabrak KA ABA.
Sempat Mendengar Peringatan untuk Keluar Kereta
Lebih lanjut, pemilik akun mengungkapkan bahwa tepat sebelum KRL tertabrak KA ABA, ada suara orang yang berteriak memperingatkan orang-orang di dalam KRL untuk segera keluar.
“Gue inget sebelum kebanting, ada mas-mas teriak, ‘Woy keluar!’ semua orang belum sadar sampai bunyi ledakan lampu dan gelap,” tambahnya.
Setelah itu, ia sempat terjatuh, mencoba bangun dan bersyukur tidak terinjak oleh orang-orang di sekitarnya.
“Kondisi udah gelap banget, di kepala gue isinya cuma nggak tahu ini kereta bakalan kegeret sampai mana,” lanjutnya.
Ketika berhasil keluar, pemilik akun mengungkapkan bahwa saat itu sudah banyak asap dan debu karen lokomotif ABA menabrak gerbong wanita hingga masuk hampir setengahnya.
“Gue liat ada asap atau debu sudah lekat banget sampai bikin napas sesak, gua lari tapi terus gue duduk di tukang jualan, persis di tangga. Ada ibu-ibu baik banget langsung ngasih gue air,” jelasnya.
“Saat gue duduk, gue liat dari jauh orang-orang udah pada luka-luka hebat,” sambungnya.
Menurutnya, saat itu kereta seperti terdorong dan terseret maju ke depan saat tertabrak kereta ABA.
Dalam utas terakhirnya, ia berharap kini ada tambahan alarm bagi penumpang untuk mengantisipasi kecelakaan besar serupa.
“Please KAI, gue berharap banget ada alarm di dalamnya, supaya kita tau ada kecelakaan sebesar ini. Gue bener-bener dikasih tahu sama mas-mas yang bilang ‘Woi keluar!’ sama ledakan lampu,” tukasnya dalam cuitan yang kini sudah mendapat likes lebih dari 40 ribu tersebut.(*)



























