Jakarta, [GT] – Peta politik nasional kembali diwarnai perpindahan figur publik. Komedian sekaligus politikus Sunarji atau Narji Cagur resmi bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) setelah sebelumnya menjadi bagian dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Kepindahan Narji menjadi sorotan karena berlangsung di tengah dinamika politik yang mulai menghangat. Kehadiran mantan personel grup lawak Cagur itu diyakini bakal memperkuat konsolidasi PSI, khususnya di wilayah Banten.
Ketua DPP PSI, Bestari Barus, mengungkapkan bahwa proses komunikasi dengan Narji sebenarnya telah berlangsung cukup lama. Menurutnya, keputusan tersebut lahir setelah terjalin kesamaan visi dan hubungan yang baik antara Narji dengan jajaran DPW PSI Banten.
“Perpindahan kader merupakan hal yang lumrah dalam dunia politik. Ada yang datang, ada juga yang memilih melanjutkan perjuangan di partai lain. Kami melihat ada chemistry yang terbangun sehingga Bang Narji memutuskan bergabung dengan PSI. Semoga ini menjadi energi baru bagi penguatan PSI di Banten,” ujar Bestari, Sabtu (11/7/26).
Tak hanya itu, Bestari juga memberi sinyal bahwa bergabungnya Narji bukan menjadi perpindahan terakhir. Ia mengisyaratkan akan ada sejumlah tokoh lain yang dalam waktu dekat mengikuti jejak serupa untuk memperkuat barisan PSI.
Di sisi lain, PKS merespons keputusan tersebut dengan sikap terbuka. Ketua DPP Bidang Komunikasi dan Digital PKS, Ahmad Mabruri, menegaskan bahwa pilihan politik merupakan hak setiap individu yang harus dihormati dalam sistem demokrasi.
Menurutnya, partai menghargai keputusan Narji sekaligus berterima kasih atas kontribusi yang telah diberikan selama menjadi bagian dari PKS.
“Keputusan Bang Narji merupakan keputusan pribadi yang kami hormati. Dalam kehidupan demokrasi, setiap orang memiliki hak menentukan pilihan politiknya,” kata Mabruri.
Ia juga menyampaikan doa agar Narji selalu diberikan kesehatan, kelancaran, dan kesuksesan dalam menjalankan pengabdian di tempat yang baru.
Meski kini berada di partai berbeda, Mabruri berharap hubungan baik tetap terjaga. Ia menekankan bahwa perbedaan pilihan politik seharusnya tidak menjadi alasan terputusnya silaturahmi maupun semangat bersama dalam membangun bangsa.
Perpindahan Narji ke PSI menambah daftar figur publik yang memilih berlabuh ke partai berlambang mawar tersebut. Langkah ini pun dinilai menjadi bagian dari strategi PSI dalam memperluas kekuatan politik menjelang kontestasi politik berikutnya, terutama dengan menggandeng tokoh-tokoh yang memiliki popularitas di tengah masyarakat.(Ilm)























