Tim SAR Evakuasi Dua Nelayan Karimun Usai Longboat Mati Mesin di Perairan Perbatasan Malaysia

Dua nelayan Karimun yang dievakuasi Tim SAR.(Ist_)
Share

Karimun, [GT] – Dua nelayan asal Kabupaten Karimun berhasil diselamatkan setelah mengalami mati mesin saat melaut di wilayah perairan perbatasan Indonesia-Malaysia, Sabtu malam. Keduanya ditemukan dalam kondisi selamat setelah sempat terombang-ambing selama beberapa jam akibat kerusakan pada longboat yang mereka gunakan.

Insiden tersebut terjadi di perairan antara Karimun Anak dan Malaysia. Kedua nelayan diketahui berangkat mencari ikan pada sore hari menggunakan sebuah longboat. Namun di tengah aktivitas melaut, mesin kapal mendadak mati dan aki mengalami kerusakan sehingga kapal tidak lagi dapat bergerak mengikuti arus.

Advertisement

Upaya meminta bantuan kepada kapal yang melintas sempat dilakukan. Sayangnya, permintaan pertolongan tersebut tidak mendapat respons sehingga kedua nelayan hanya bisa menunggu sambil berharap bantuan segera datang.

Informasi mengenai kondisi darurat itu akhirnya diterima Pos SAR Tanjung Balai Karimun melalui laporan yang diteruskan oleh petugas Bea Cukai sekitar pukul 20.50 WIB. Setelah menerima laporan, tim penyelamat langsung melakukan koordinasi dengan sejumlah unsur terkait untuk mempercepat proses pencarian.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang, Eryk Subarianto, mengatakan personel gabungan segera diberangkatkan menuju lokasi menggunakan speedboat milik Pangkalan TNI AL Tanjung Balai Karimun.

“Begitu informasi kami terima, tim langsung bergerak menuju lokasi terakhir yang dilaporkan. Fokus utama kami adalah memastikan korban segera ditemukan mengingat kondisi malam hari dan posisi mereka berada di perairan perbatasan,” ujar Eryk.

Perjalanan menuju titik pencarian menempuh jarak sekitar 11,2 mil laut dari dermaga keberangkatan. Tim kemudian melakukan penyisiran berdasarkan koordinat laporan awal serta memperhitungkan arah arus laut yang berpotensi menggeser posisi longboat.

Sekitar pukul 21.55 WIB, tim akhirnya menemukan kedua nelayan bersama longboat mereka dalam kondisi selamat. Posisi korban diketahui telah bergeser sekitar 1,8 mil laut dari titik awal yang dilaporkan akibat terbawa arus selama kapal mengalami kerusakan mesin.

Selanjutnya, kedua nelayan dievakuasi menuju Pulau Buru untuk memastikan kondisi mereka aman sebelum dipulangkan kepada keluarga. Tidak ada korban jiwa maupun luka serius dalam peristiwa tersebut.

Eryk mengapresiasi kerja sama seluruh unsur yang terlibat dalam operasi penyelamatan sehingga proses evakuasi dapat berlangsung cepat dan aman.

“Sinergi seluruh potensi SAR menjadi faktor penting dalam keberhasilan operasi ini. Kami juga mengimbau para nelayan agar selalu memeriksa kondisi mesin, aki, serta perlengkapan keselamatan sebelum melaut agar kejadian serupa dapat diminimalkan,” katanya.

Setelah seluruh korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat, operasi pencarian dan pertolongan resmi dinyatakan selesai. Tim SAR Gabungan kemudian melaksanakan evaluasi pelaksanaan operasi sebelum seluruh personel kembali ke satuan masing-masing.(Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *