Karimun, [GT] – Dua pemuda yang sempat dinyatakan hilang saat mendaki Gunung Jantan, Kabupaten Karimun, akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi selamat oleh tim gabungan Basarnas Tanjungpinang bersama unsur potensi SAR.
Kedua pendaki tersebut diketahui bernama M. Rizki dan Dika. Mereka memulai pendakian pada Kamis (9/7) sore. Namun, sekitar pukul 21.00 WIB, keduanya sempat menghubungi rekan mereka dan mengabarkan bahwa telah kehilangan arah di kawasan hutan Gunung Jantan.
Tak lama setelah itu, komunikasi terputus total lantaran baterai telepon genggam yang mereka gunakan kehabisan daya. Kondisi tersebut membuat keluarga dan rekan-rekan korban segera melaporkan kejadian itu kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang.
Laporan diterima pada pukul 22.33 WIB. Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim Rescue Pos SAR Tanjung Balai Karimun langsung bergerak menuju lokasi dengan membawa perlengkapan pencarian, termasuk teknologi Drone Thermal yang mampu mendeteksi suhu tubuh manusia di tengah gelapnya kawasan pegunungan.
Setelah menggelar briefing singkat, tim gabungan yang terdiri dari personel Basarnas, Polres Karimun, BPBD, Tagana, perangkat desa, hingga masyarakat sekitar langsung melakukan penyisiran jalur pendakian pada malam hari.
Upaya pencarian berlangsung intensif dan membuahkan hasil dalam waktu relatif singkat. Pada Jumat (10/7) sekitar pukul 00.40 WIB, kedua pendaki berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.
Lokasi penemuan berada sekitar 50 meter dari Pos 1 jalur pendakian Gunung Jantan. Meski sempat tersesat dan kehilangan komunikasi selama beberapa jam, kondisi keduanya dilaporkan aman dan tidak mengalami cedera serius.
Tim SAR kemudian mengevakuasi M. Rizki dan Dika menuju Posko SAR untuk menjalani pemeriksaan awal sebelum diserahkan kepada keluarga yang telah menunggu.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Tanjungpinang, Fazzli, S.A.P., M.Si., mengatakan keberhasilan operasi tersebut tidak lepas dari kerja sama seluruh unsur yang terlibat.
“Operasi SAR berhasil dilaksanakan dengan baik berkat sinergi seluruh unsur gabungan. Kami mengucapkan terima kasih kepada Polres Karimun, BPBD, Tagana, perangkat desa, serta masyarakat yang turut membantu proses pencarian hingga kedua korban ditemukan dalam keadaan selamat,” ujarnya.
Setelah seluruh korban berhasil dievakuasi, Operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan ditutup pada pukul 01.10 WIB.
Basarnas Tanjungpinang juga mengimbau masyarakat yang akan melakukan aktivitas pendakian agar mempersiapkan perlengkapan secara matang, memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima, membawa perlengkapan navigasi, serta menjaga daya baterai alat komunikasi untuk mengantisipasi situasi darurat selama berada di kawasan pegunungan.(Nca)



























