Kalimantan, [GT] – Perhatian sebagian publik di media sosial kini tengah tertuju pada sosok Kepala Sekolah SMAN 1 Pontianak, Indang Maryati usai viral aksi kritis yang disampaikan siswanya, Josepha Alexandra dalam ajang final LCC MPR di Kalimantan Barat.
Ajang lomba cerdas cermat itu, sebelumnya menuai kontroversi ketika tim dari SMAN 1 Pontianak memberikan jawaban mengenai proses pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), namun dinyatakan keliru oleh juri.
Hal yang menjadi sorotan, jawaban serupa yang disampaikan peserta dari SMAN 1 Sambas justru dianggap benar oleh dewan juri.
Dalam kompetisi tersebut, Josepha Alexandra alias Ocha dan teman-temannya, sempat menyampaikan protes di arena lomba, tapi keberatan tersebut tidak diterima dengan alasan keputusan juri bersifat final.
Atas kontroversi itu, kini beredar isu adanya permintaan untuk diadakan final ulang atas kontroversi tersebut.
Meski demikian, Indang Maryati selaku kepala sekolah SMAN 1 Pontianak justru memutuskan agar sekolahnya tidak ikut apabila diadakan final ulang LCC MPR tersebut.
Tegas Menolak Final Ulang LCC MPR
Lewat pernyataan resmi SMAN 1 Pontianak, Indang Maryati menegaskan sekolahnya tetap memberikan dukungan kepada SMAN 1 Sambas untuk tampil di tingkat nasional.
Indang menyebut, sikap tersebut sebagai bentuk penghormatan terhadap hasil kompetisi.
“SMAN 1 Pontianak menyatakan tidak akan terlibat dalam pelaksanaan lomba LCC yang diulang, sebagaimana informasi yang disampaikan oleh MPR RI,” kata Indang Maryati dalam pernyataannya, pada Kamis, 14 Mei 2026.
Indang menambahkan, pihak sekolah hanya menginginkan adanya kejelasan terkait penilaian yang dipersoalkan saat lomba berlangsung.
“Sejak awal, SMAN 1 Pontianak tidak memiliki maksud untuk menganulir hasil lomba, melainkan semata-mata untuk memperoleh kejelasan melalui klarifikasi terhadap poin-poin yang dipersoalkan,” tambahnya.
Setelah pernyataannya viral di media sosial, sebagian kalangan ramai mencari tahu sosok Indang Maryati yang kini menjabat sebagai Kepala Sekolah SMAN 1 Pontianak.
Tesis Berjudul ‘Perilaku Sosial Anak’
Berdasarkan penelusuran, Indang Maryati mulai memimpin SMAN 1 Pontianak sejak Juni 2023.
Indang diketahui menyelesaikan pendidikan Magister Ilmu Sosial di Universitas Tanjungpura pada tahun 2013 lalu.
Dalam studi pascasarjana, Indang menulis tesis berjudul “Pola Asuh Orang Tua Terhadap Perilaku Sosial Anak Remaja di Desa Arang Limbung Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya”.
Aktif di Forum Anak-Pendidikan
Tak hanya aktif di lingkungan pendidikan sebagai kepala sekolah, Indang Maryati juga beberapa kali terlibat sebagai narasumber dalam forum yang membahas isu anak dan pendidikan.
Salah satunya, ia pernah mengikuti kegiatan Koordinasi dan Sinkronisasi Pelembagaan Pemenuhan Hak Anak dalam Sosialisasi Sekolah Ramah Anak (SRA) yang berlangsung pada September 2025.
Saat itu, acara tersebut diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Provinsi Kalimantan Barat.
Dalam kesempatan berbeda, Indang juga pernah hadir sebagai pembicara dalam kegiatan yang diadakan Forum Kerukunan Umat Beragama Provinsi Kalimantan Barat pada Juli 2024.
Indang Maryati menyoroti peran generasi Z dalam menjaga toleransi antarumat beragama di era perkembangan digital, dan menilai pendidikan multikultural penting dikenalkan sejak dini.
“Sekolah-sekolah dan universitas harus mengintegrasikan kurikulum yang mempromosikan toleransi dan dialog antaragama,” tegas Indang dalam forum tersebut.***



























