Masyarakat Keluhkan Jalan Lintas Ketapang-Nangan Tayab Rusak Parah

Adm
Kondisi jalan lintas di Ketapang menuju Pontianak, Kalbar, rusak parah.(dok.Pribadi)
Share

Ketapang, [GT] – Masyarakat yang bermukin di setiap daerah di Indonesia tentunya mengharapkan akses jalan raya yang bagus, struktur semenisasinya rata dan tidak berlubang yang dibangun dari hasil pajak.

Namun, seperti jauh panggang dari api, warga yang melintas di Desa Lembah Hijau, Ketapang, Kalbar, pasti menggerutu dengan tingkat kewaspadaan yang sangat tinggi.

Advertisement

Pasalnya jalan lintas yang berada di Desa Lembah Hijau, Ketapang – Nangan Tayab, menuju Pontianak, Kalimantan Barat hanya beralaskan tanah merah tanpa semen beton, apalagi bahu jalan yang banyak terdapat lubang besar dilumuri kubangan hitam.

Salah satu pengendara yang melintas Kondisi jalan lintas di Ketapang-Nangan Tayab menuju Pontianak, Kalbar, rusak parah.(dok.Pribadi)

Jalan yang menghubungkan Kabupaten Ketapang dengan Nangan Tayab menuju Pontianak sepanjang 16 km ini, kerap dilintasi kendaraan berat milik proyek dan perkebunan sawit negara tanpa memperdulikan warga sekitar yang kerap menghirup debu.

Salah satu warga yang melintas Venny mengatakan, jalan lintas ini bisa dikatakan sudah rusak parah tidak lagi memiliki unsur semen, hanya tanah merah dan berbahaya bila dilintasi saat hujan turun.

“Pemerintah daerah harusnya gerak cepat merevitalisasi jalan yang menghubungkan antar Kab/Kota. Apalagi pemerintah pusat tengah menggenjot pembangunan infrastruktur di IKN yang juga berada di Pulau Kalimantan,” katanya, Kamis (11/7/24).

Kondisi jalan berlubang saat dilintasi pengendara.(GRTT/Nug)

Venny kesal saat dirinya melintas jalan tersebut, selalu berpapasan dengan kendaraan berat penuh muatan yang beriringan. Ditambah asap dari kendaraan dan debu jalanan pasti menghambat jarak pandang pengendara.

“Bila cuaca panas debu yang dihasilkan sangat pekat, namun apabila hujan turun jalanan berubah menjadi kubangan yang sangat membahayakan pengendara yang melintas,” ketusnya.

Hal senada juga diungkap Latif, salah satu pengendara lainnya yang melintas di ruas jalan tersebut. Menurutnya, jalan lintas ini sudah tidak layak dilalui saat hujan turun, mengingat kontur tanah yang tidak stabil.

Pria asal Ibu Kota Jakarta ini juga berharap, agar jalan ini segera mendapat perhatian pemerintah daerah setempat untuk dilakukan perbaikan. Agar kedepan tidak ada korban jiwa akibat kecelakaan lalu lintas yang dipicu oleh kondisi jalan rusak.(Nir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *