Gegara Buaya Lepas, Tangkapan Ikan Dingkis Nelayan Menurun Drastis Jelang Imlek

GARTTA
Salah satu nelayan sedang menimbang hasil tangkapan ikan dingkis di Belakangpadang, Batam.(GRTT/Nug)
Share

Batam, [GT] – Paska lepasnya ratusan buaya penangkaran di Pulau Bulan, Batam, membikin hasil tangkapan nelayan ikan dingkis menurun drastis. Kabar keberadaan predator tersebut, yang lepas membuat nelayan sekitar was-was untuk pergi melaut.

Meski dari data tim terpadu telah berhasil menangkap sebanyak 37 ekor buaya penangkaran PT PKJ, tapi mayoritas nelayan mengaku masih takut untuk melaut menangkap ikan di kelong (Keramba).

Advertisement
GARTTA
Nelayan sedang menyelam menangkap ikan dingkis di Pulau Pecong, Belakangpadang, Batam.(GRTT/Nug)

Pengakuan nelayan, biasanya H-2 menjelang Tahun Baru Imlek 2025/2576, tangkapan nelayan jenis ikan dingkis yang mengandung telur sudah melimpah, karena siklus perkembangbiakan yang maksimal.

Pada tahun lalu, tangkapan nelayan dalam kurun waktu yang sama mencapai 60 kg setiap hari dengan metode dan pola penangkapan yang sama setiap tahun.

Salah satu nelayan H Salam mengaku, tahun ini hasil tangkapan nelayan bisa dibilang menurun drastis. Sebab, ada isu buaya lepas yang sedikit membuat nelayan khawatir.

“Tahun ini tangkapan nelayan, khususnya ikan dingkis sangat berkurang. Mukin disebabkan cuaca dan kabar buaya penangkaran yang lepas ke laut membuat nelayan tidak leluasa mencari ikan tersebut,” katanya, Senin (27/1/25).

Pria paruh baya yang akrab disapa Kampos ini menjelaskan, untuk pasar lokal penjualan jenis ikan dingkis sangat mudah dan untuk kebutuhan ekspor ke Singapura juga memiliki harga ekonomis yang tinggi.

“Kalo penjualan tidak susah, karena momen Tahun Baru Imlek jenis ikan ini sangat diburu masyarakat Tionghoa sebagai hidangan tradisi bagi keluarga yang membawa berkah menurut kepercayaan mereka,” ujarnya.

Nelayan lainnya, Tayib juga mengaku, ketiadaan ikan dingkis sedikit disebabkan oleh cuaca ekstrim yang membikin air laut keruh. Ditambah nelayan takut menyelam di kelong, lantaran banyak penampakan buaya di pesisir Batam.

“Hasil tangkapan ikan dingkis tahun 2025 ini, jauh dari tahun sebelumnya. Biasa nelayan pada H-2 Imlek sudah menghasilkan 60 Kg per kelong setiap hari. Kali ini hanya 11 Kg per kelong, bahkan hanya beberapa ekor saja hasil tangkapan nelayan per hari,” terangnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *