Batam, [GT] – Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-80 masih menjadi momen membangkitkan kemerdekaan di daerah perbatasan. Sejumlah event tradisional sengaja digelar untuk memupuk nasionalisme dan melestarikan kearifan lokal.
Lomba sampan layar dan pacu motor sangkut diadakan untuk warga pesisir Belakangpadang, Batam, Kepri, Minggu 10/8/2) kemarin. Event seperti ini memang setiap tahun diadakan, sejak zaman dahulu.
Tujuannya tidak lain adalah untuk berkumpul dan mengasah sportifitas antar masyarakat, dalam momen kemerdekaan. Perlombaan pasti ditunggu oleh masyarakat sekitar untuk ikut serta atau hanya sekedar menjadi penonton.
Baca : Wisata Pulau Belakangpadang, Dari Sejarah dan Mitos Hingga Kulineri di Perbatasan Negara
Panitia juga membuka bagi calon peserta dari luar daerah Kota Batam, biasanya tak luput dimeriahkan oleh peserta dari daerah lain atau negara jiran Singapura dan Malaysia.
Ketua Panitia Lomba Kapal Tradisional, Aweng Kurniawan, mengatakan kegiatan ini bukan hanya hiburan, tetapi juga upaya melestarikan budaya bahari masyarakat Melayu.
“Sampan layar adalah tradisi yang kita jaga sejak dulu. Melalui lomba ini, kami ingin melestarikan budaya sekaligus mengenalkan speed sport dan ketinting yang kini semakin digemari,” katanya, pada awak media di lokasi.
Baca : Balap Becak Kayuh Meriahkan HUT Kemerdekaan ke 79 RI di Belakangpadang
Dijelaskannya, ada tiga kategori yang diperlombakan tahun ini, sampan layar dengan dua formasi 9 orang dan 7 orang per kapal diikuti 37 tim, speed sport diikuti 25 peserta, dan ketinting diikuti 15 peserta.
Untuk peserta, kata dia, terdaftar tidak hanya dari warga Belakangpadang. Namun ada juga yang dari Kabupaten Karimun, Kabupaten Bintan, Kota Tanjungpinang, dan pulau-pulau sekitar.
Aweng menambahkan, pihaknya bertekad menjadikan Belakangpadang sebagai ikon wisata bahari Batam. Sejauh ini, tahapan diskusi dengan anggota DPR RI Endipat Wijaya untuk rencana pembangunan dermaga khusus perlombaan menggunakan dukungan dana pusat tengah dibicarakan.
“Dalam waktu dekat, kami juga akan menggelar lomba dragon boat berskala internasional dengan peserta dari Malaysia dan Singapura,” ujarnya.
Baca : Hilang di Laut Belakangpadang, Tiga Hari Willy Belum Ditemukan
Anggota DPR RI Dapil Kepri dari fraksi Gerindra, Endipat Wijaya yang turut hadir dalam kegiatan itu mengucapkan terimakasih atas partisipasi masyarakat Belakangpadang yang tumpah ruah meramaikan acara, terlebih dengan menjadi peserta.
Dia berharap, untuk selanjutnya kegiatan ini diubah menjadi turnamen yang bersifat umum, sehingga seluruh komponen masyarakat bisa ikut serta dalam kegiatan.
“Tahun depan kita buat lebih meriah, tetapi kita ubah di rubah cakupannya, bukan hanya milik Gerindra tetapi milik semua, sehingga bisa menasional dan bahkan mendunia,” tandasnya.(Ins)





















