Ini Pemenang Lomba Vlog, Jurnalistik dan Tulis Surat HUT Bhayangkara ke 80 Polda Kepri dan IJTI

Share

Batam, [GT] – Setelah hampir sebulan penuh berlangsung, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pengda Kepri akhirnya resmi mengumumkan para pemenang lomba karya jurnalistik, vlog, dan menulis surat untuk polisi, Rabu (1/7/26).

Kreativitas masyarakat Kepulauan Riau (Kepr) benar-benar pecah di momen Hari Bhayangkara ke-80. Antusiasme peserta menjadi bukti bahwa lomba yang digelar bersama Polda Kepri ini sukses mencuri perhatian publik.

Advertisement

Tak tanggung-tanggung, panitia menerima 39 karya jurnalistik, hampir 60 video vlog kreatif, hingga hampir 200 surat dari pelajar yang berisi pesan, harapan, dan ungkapan tulus untuk polisi.

Ketua IJTI Kepri, Gusti Yenosa, menyebut tingginya partisipasi masyarakat menjadi sinyal positif bahwa ruang kolaborasi antara insan pers, pelajar, mahasiswa, dan Polri semakin terbuka.

“Lomba ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus menyampaikan pandangan mereka tentang Polri. Respons yang luar biasa ini menunjukkan kedekatan polisi dengan masyarakat semakin terasa,” ujar wanita yang akrab disapa Oca, saat konfrensi pers di Batam.

Kategori karya jurnalistik diikuti para jurnalis aktif dengan karya yang telah dipublikasikan di media masing-masing. Sementara kategori vlog mengangkat tema “Polisi untuk Masyarakat” dan diikuti pelajar serta mahasiswa. Adapun lomba menulis surat untuk polisi diperuntukkan bagi pelajar SD dan SMP.

Menariknya, dari hampir 200 surat yang masuk, tidak semuanya lolos penilaian. Sejumlah peserta harus gugur karena mengirim surat dalam bentuk ketikan, padahal salah satu syarat utama adalah surat wajib ditulis menggunakan tulisan tangan sebagai bentuk orisinalitas karya.

Proses penjurian pun dilakukan secara profesional. Khusus kategori karya jurnalistik dinilai penuh oleh dewan juri independen yang terdiri dari Jazuli dari IJTI Pusat sekaligus anggota Dewan Pers, Agus selaku Manajer News Tribun, serta Dodo dari AJI yang juga merupakan penguji UKW.

Dengan begitu, hasil penilaian sepenuhnya menjadi kewenangan dewan juri tanpa campur tangan panitia maupun pihak kepolisian.

Sementara itu, sepuluh karya terbaik pada kategori vlog dan surat untuk polisi dipresentasikan langsung kepada Kapolda Kepri untuk menentukan para pemenang akhir.

Untuk kategori karya jurnalistik,

Juara I
Defrizal dari Batamline.com melalui karya “Si Amru, Mobil Polisi yang Menjemput Mimpi Anak-anak Tanjungsengkuang, Batam.”

Posisi Juara II
Adhe Bakong dari Tanjungpinangpos.com dengan karya “Kisah Andi Mayat, Polisi Sang Penjaga Duka Warga,”

Juara III
Alfiana dari Mandalapos.id lewat tulisan “Mengalirkan Air, Menguatkan Harapan, Kiprah Polri di Tengah Kemarau Natuna.”

Pada kategori vlog, SMP Kartini 2 Batam keluar sebagai Juara I. Juara II diraih Arista Aprilia Rievani dari Universitas Batam, Juara III Muhammad Rafli dari Kabupaten Lingga, sedangkan Juara Favorit diberikan kepada SMP Negeri 29 Batam melalui karya bertema “Si Amru.”

Di kategori menulis surat untuk polisi, Cecilia Angaun Siagian sukses meraih Juara I. Juara II diraih Qieeran Allisya Putri Endri, Juara III Chelsea Cantika Nugraha, dan Juara Favorit diraih Rhea Magika Asmeral.

Panitia memastikan seluruh pemenang akan dihubungi secara langsung. Penyerahan hadiah dijadwalkan berlangsung di Polda Kepri dalam beberapa hari ke depan. Bagi pemenang yang berada di luar Batam, hadiah akan disalurkan melalui Polres di daerah masing-masing.

IJTI Kepri juga menegaskan seluruh hadiah diberikan secara utuh tanpa potongan apa pun. Khusus pemenang lomba surat untuk polisi diwajibkan membawa naskah tulisan tangan asli sebagai bukti keaslian karya saat pengambilan hadiah.

Menutup pengumuman tersebut, Gusti Yunosa menyampaikan apresiasi kepada Kapolda Kepri beserta seluruh jajaran Polda Kepri atas dukungan penuh terhadap penyelenggaraan lomba.

Menurutnya, kolaborasi antara IJTI Kepri dan Polda Kepri menjadi contoh bahwa sinergi antara Polri dan insan pers mampu menghadirkan kegiatan yang inspiratif, edukatif, sekaligus memberi ruang bagi masyarakat untuk berkarya. Ia berharap kolaborasi positif ini dapat terus berlanjut pada berbagai program di masa depan.(Ndg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *