Jakarta, [GT] – Flu Singapura juga dikenal sebagai hand, foot, and mouth disease (HFMD), adalah penyakit yang umumnya menyerang anak-anak. Gejala utama flu Singapura pada anak adalah demam tinggi, di mana bisa mencapai 39 derajat Celsius. Selain itu, anak juga akan mengalami nyeri pada tenggorokan dan mengalami penurunan nafsu makan.
Flu Singapura pada anak disebabkan oleh virus yang umumnya menyebar melalui kontak langsung dengan cairan tubuh penderita, seperti air liur, lendir hidung dan feses. Penularan virus juga bisa terjadi melalui benda-benda yang terkontaminasi oleh virus tersebut. Oleh karena itu, menjaga kebersihan merupakan tindakan penting untuk mencegah penyebaran flu Singapura.
Meskipun flu Singapura pada anak umumnya bisa sembuh dengan sendirinya, pengobatan yang tepat dapat membantu meredakan gejala dan mempercepat proses penyembuhan. Pengobatan biasanya berfokus pada meredakan demam dan mengurangi rasa sakit pada luka mulut. Disarankan juga untuk memberikan anak makanan dengan tekstur lembut dan dingin, untuk mengurangi rasa nyeri pada luka mulut.
HMFD ini merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh infeksi sangat menular. Penyakit ini lebih sering menyerang anak-anak, terutama mereka yang masih kecil atau bahkan balita, meskipun kasus pada orang dewasa juga terjadi.
Ketika seseorang mengidap Flu Singapura terutama anak-anak, tubuhnya bisa menunjukkan beberapa gejala yang mungkin timbul, seperti demam tinggi, sakit tenggorokan, hilangnya nafsu makan, serta adanya luka seperti lepuhan pada lidah, gusi dan bagian dalam pipi, yang biasanya berwarna merah. Ruam merah juga dapat muncul, sehingga bayi serta balita cenderung menjadi rewel dan mudah marah. Beberapa anak juga mungkin mengalami sakit perut.
Perlu diperhatikan bahwa masa inkubasi Flu Singapura, yaitu periode dari infeksi awal hingga timbulnya gejala, berlangsung selama tiga hingga enam hari. Selama masa ini, anak-anak mungkin mengalami demam dan sakit tenggorokan, yang seringkali menyebabkan kehilangan nafsu makan dan rasa tidak enak badan.
Oleh karena itu, perawatan yang tepat dan pemantauan terhadap gejala yang muncul sangat penting untuk memastikan pemulihan yang optimal bagi anak yang terkena Flu Singapura.(*)
Sumber : liputan6.com



























