Jakarta, [GT] – Keputusan Chelsea memecat Enzo Maresca langsung memicu gelombang reaksi di Inggris. Langkah ini dianggap mengejutkan karena diambil saat musim masih berjalan dan target belum sepenuhnya melenceng.
The Blues memilih berpisah dengan pelatih asal Italia itu demi ambisi kembali bersaing di papan atas. Manajemen menilai perubahan di kursi pelatih menjadi jalan tercepat untuk menjaga daya saing klub.
Secara posisi, Chelsea sebenarnya belum sepenuhnya terlempar dari persaingan. Mereka masih berada di Liga Champions dan menempati posisi kelima klasemen sementara Liga Inggris.
Namun jarak poin yang melebar dari pemuncak klasemen membuat manajemen mengambil langkah tegas. Situasi inilah yang kemudian memancing komentar tajam dari mantan pemain Chelsea, Pat Nevin.
Pat Nevin menilai pemecatan Enzo Maresca bukan sekadar soal hasil di lapangan. Ia melihat ada gambaran lebih besar tentang tipe pelatih yang sebenarnya diinginkan manajemen Chelsea.
Menurut Nevin, The Blues menginginkan sosok yang sepenuhnya mengikuti arahan klub. Pelatih ideal versi manajemen dinilai bukan figur yang banyak berdebat atau menentang keputusan di atas.
Chelsea disebut memiliki metodologi dan rencana jangka panjang yang ingin dijalankan secara ketat. Dalam situasi seperti itu, ruang independensi pelatih dianggap sangat terbatas.
“Chelsea membutuhkan seseorang yang akan mengikuti metodologi tersebut. Dengan kata lain, mereka membutuhkan boneka. Seseorang yang melakukan persis apa yang diperintahkan dari atas,” klaimnya pada BBC.(*)
Sumber : bola.net





















