Perempuan Didorong Jadi Kekuatan Bangsa di Era Digital Pada Hari Ibu ke-93 di Batam

Share

Batam, [GT]  – Peringatan Hari Ibu tak sekadar menjadi agenda seremonial bagi Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Batam. Sabtu (21/12/25), sehari sebelum puncak peringatan nasional, partai berlambang banteng moncong putih ini justru menjadikannya ruang refleksi dan konsolidasi peran perempuan di tengah derasnya arus digitalisasi.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Batam, Nuryanto, menegaskan bahwa peringatan Hari Ibu harus dimaknai lebih dalam sebagai momentum menghidupkan kembali semangat perjuangan perempuan Indonesia.

Advertisement

Ia menyebut, kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian penyambutan Hari Ibu ke-97, sekaligus pengingat akan sejarah panjang gerakan perempuan dalam perjalanan bangsa.

“Hari Ibu lahir dari rahim persatuan perempuan Indonesia melalui Kongres Perempuan. Sejak awal, perjuangannya bukan hanya soal domestik, tetapi tentang peran strategis perempuan sebagai perintis dan penggerak bangsa,” ujar Nuryanto.

Menurutnya, Hari Ibu merupakan simbol kuat bagaimana perempuan ikut mempersatukan potensi bangsa demi mewujudkan Indonesia yang merdeka, mandiri, dan berdaulat. Termasuk di dalamnya, kemandirian dan keberdayaan perempuan sebagai subjek pembangunan.

Melalui peringatan ini, DPC PDI Perjuangan Batam mendorong organisasi perempuan agar tak hanya menjadi pelengkap, tetapi tampil sebagai wadah perjuangan kolektif untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas perempuan di berbagai sektor kehidupan.
Mengusung tema “Perempuan Tangguh, Pertiwi Utuh”, kegiatan ini menjadi penegasan bahwa perempuan memiliki posisi strategis sebagai pilar kekuatan bangsa, terutama di tengah tantangan zaman yang terus berubah.

“Lewat seminar dan diskusi, kami ingin perempuan Batam semakin percaya diri, berdaya, dan siap menghadapi era digitalisasi,” jelasnya.

Nuryanto juga menekankan pentingnya literasi digital bagi perempuan. Menurutnya, kecakapan memahami dan menggunakan media digital secara bijak menjadi kebutuhan mendesak, agar perempuan tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pelaku perubahan.

“Perempuan harus melek digital, mampu mengikuti perkembangan zaman, namun tetap menjaga nilai, norma, dan jati diri. Jangan sampai kemajuan teknologi justru menggerus karakter,” tegasnya.

Ia berharap, semangat Hari Ibu dapat menjadi energi kolektif untuk mendorong perempuan terus maju, berdaya saing, dan berkontribusi aktif dalam pembangunan bersama PDI Perjuangan.(Ind)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *