Bintan, [GT] – Gurun pasir buatan yang berada di Kabupaten Bintan, Kepri, masih menjadi primadona bagi wisatawan di akhir pekan. Hamparan pasir putih di Dusun Busung, Kecamatan Sri Kuala Lobam ini dulunya adalah tambang pasir bauksit.
Tidak hanya hamparan pasir putih, di lokasi juga ada terdapat telaga berwarna biru yang terbentuk dari sendimen endapan lama dari aktifitas tambang yang sudah lama dihentikan.
Kono, aktifitas tambang pasir ini sudah tidak produktif lagi usai dihentikan di masa pemerintahan orde baru Presiden Soeharto. Akhirnya bekas galian tambang tersebut mengeras menjadi karang hingga dikelola oleh warga setempat sebagai destinasi wisata.
Genangan berwarna kebiruan berpadu dengan cahaya menyilaukan dari hamparan pasir, menciptakan pemandangan yang mempesona. Kilauan sinar matahari memantulkan efek cahaya yang menakjubkan bila dipandang mata.
Pengunjung yang datang ke Gurun Bintan langsung dapat berswafoto di spot yang telah disediakan pengelola. Ada bukit-bukit kecil dengan ornamen kearian lokal disajikan bagi wisatawan.
Dengan harga tiket masuk sebesar Rp 10 ribu per orang, pengunjung sudah isa menikmati pemandangan hamparan gurun pasir dengan replika satwa khas Timur Tengah. Selain itu, pengunjung bisa mengamati telaga dari atas pelantar yang disediakan.
Saat liburan ke Gurun Bintan, pengunjung juga bisa menyewa kendaraan ATV seharga Rp 150 untuk warga lokal dan Rp300 ribu untuk turis asing. Pengunjung juga bisa menyewa rakit atau becak kayuh seharga Rp20 ribu per 30 menit.
Salah satu pengunjung Fernando mengaku baru pertama kali datang ke Telaga Biru Gurun Bintan lantaran penasaran dengan panorama yang ditawarkan. Menurutnya, destinaai wisata seperti ini cukup bagus dan hanya ada satu di Kepri.
“Meski masih kurang fasilitas penunjang, tapi boleh lah sebagai tujuan wisata domestik. Selain sebagai replika gurun pasir yang ada dibelahan dunia sana, tapi juga sebagai edukasi pertambangan yang dapat merusak lingkungan,” ujarnya, Minggu (2/6/24).
Bagi pengunjung dari luar kota, gurun pasir Bintan dapat ditempuh dengan pesawat, disambung menggunakan mobil atau motor dengan jarak 57 km, sekitar 1,5 jam dari Bandara RHF Tanjungpinang.(*)



























