Jakarta, [GT] – Aksi dugaan premanisme menimpa seorang warga keturunan, di Penjaringan, Jakarta, akhir April 2025. Rumah korban BN, didatangi sejumlah orang dengan merusak pintu masuk untuk menagih hutang miliaran Rupiah.
Belakangan kelompok masa yang datang diketahui sebagai Debt kolektor yang biasa beroprasi di Jakarta Utara dengan arahan LS sebagai kordinator. Mereka beberapa kali datang ke dalam perumahan yanga da di kawasan PIK secara berkelompok.
Korban mengatakan, yang terakhir rombongan tersebut sekitar pukul 09.00 Wib, dengan menumpak sekitar 4 kendaraan roda empat. Beruntung saat kejadian pihak keamanan perumahan berkordinasi dengan Polsek Penjaringan, sehingga kelompok tersebut tertahan di Pos penjagaan.
“Beruntung petugas polisi cepat tanggap dengan menerjunkan personil, untuk meredam keadaan sehingga kembali kondusif. Kami mohon atensi pimpinan Kepolisian setempat untuk memfasilitasi antar kedua belah pihak yang dianggap perlu,” katanya, Selasa (6/5/25).
Mereka, kata Korban, selama dua bulan terakhir selalu datang di pemukiman dengan dalil menagih hutang kepadanya. Namun, korban merasa tidak sedang menanggung piutang dalam bentuk uang dengan yang disebutkan.
“Yang terakhir, April 2025, mereka datang lagi dan merusak gerbang rumah saya karena mrk goyangkan gerbang nya dengan tenaga kencang sambil teriak “bayar hutang” sampai satu komplek bilang saya tidak mau bayar hutang,” akunya.
Korban sedikit cerita, dugaannya jumlah yang mereka tagihkan itu, kiranya di sekitar pertengahan tahun 2022, dirinya mengingat diberi wewnang untuk menjalankan proyek pembangunan pabrik milik saudara istrinya, di Makassar, Sulteng.
“Saat itu, saat proyek dikerjakan ada sedikit masalah terkait keuangan perusahaan antara pemegang saham dan pemodal. Padahal Akta kerjasama di notaris, dimana tertulis bahwa saya yg pegang penuh keuangan, dan profit di bagi 50-50. Namun berjalanya, tidak demikian dan banyak kejanggalan,” ujarnya.
Kejadian tersebut, sudah dilaporkannya kepada Polsek Penjaringan Jakarta Utara, sehingga korban merasa sedikit tenang dengan adanya tindak lanjut dari pihak kepolisian setempat.(Ind)



























