Jakarta, [GT] – Dalam dunia yang semakin terkoneksi, kekuatan paspor menjadi salah satu simbol prestise dan pengaruh global sebuah negara di dunia.
Namun, tahun ini ada kejutan besar, kekuatan paspor Amerika Serikat (AS) resmi terdepak dari 10 besar paspor terkuat di dunia versi Henley Passport Index (HPI) 2025.
Untuk pertama kalinya dalam dua dekade terakhir, paspor AS tak lagi menjadi “tiket emas” bagi warganya. Dalam daftar terbaru HPI, Negeri Paman Sam turun ke peringkat ke-12, sejajar dengan Malaysia, dengan akses bebas visa ke 180 negara.
Sebaliknya, Asia kembali menunjukkan dominasinya. Tiga negara di Asia menempati posisi teratas dan memecahkan rekor global:
Singapura menempati peringkat pertama dengan akses bebas visa ke 193 destinasi di seluruh dunia. Korea Selatan menyusul di posisi kedua dengan akses ke 190 negara. Jepang berada di peringkat ketiga, dengan akses ke 189 destinasi.
Dominasi ini menandai pergeseran kekuatan diplomatik dan mobilitas global dari Barat ke Timur. Sementara negara-negara Asia terus memperluas hubungan bilateral dan kebijakan bebas visa, AS justru mengalami stagnasi akibat dinamika politik dan kebijakan imigrasi yang lebih ketat.
Para analis menilai, penurunan peringkat AS mencerminkan tantangan diplomasi global dan perubahan strategi perjalanan pascapandemi.
Negara-negara seperti Singapura dan Korea Selatan justru memanfaatkan momentum dengan memperluas kerja sama internasional dan memperkuat reputasi mereka di kancah global.
Dengan hasil ini, Asia resmi menjadi penguasa baru dunia perjalanan internasional, sementara AS harus bekerja keras untuk merebut kembali statusnya sebagai pemegang “paspor superpower”.(*)


























