Adaptasi atau Tertinggal, Peran Jurnalis Televisi di Era Digital dan Kecerdasan Buatan

Share

Pekanbaru, [GT] – Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) tidak serta merta menggeser peran jurnalis televisi. Di era digital, reporter atau wartawan justru dituntut beradaptasi dan berkolaborasi dengan teknologi untuk menjaga kualitas dan kredibilitas jurnalistik.

Hal itu mengemuka dalam Musyawarah Daerah Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Provinsi Riau, yang digelar Sabtu (17/1/26). Forum ini membahas peran strategis jurnalis televisi di tengah pesatnya transformasi digital.

Advertisement

Dalam diskusi tersebut ditegaskan bahwa AI berfungsi sebagai alat bantu efisiensi, mulai dari riset, analisis data, hingga transkripsi dan penyusunan draf awal. Namun, verifikasi fakta di lapangan, penguatan narasi, serta akurasi informasi tetap menjadi peran utama jurnalis.

Acara ini dihadiri Ketua Umum IJTI Herik Kurniawan, Bidang Organisasi IJTI Pusat Jazuli, Bidang Hukum IJTI Pusat Agus Siswanto Siagian, serta Ketua IJTI Korwil Sumatera Gusti Yannosa.

Dalam agenda Musda, Ahmad Dison dari SCTV terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Koordinator Daerah IJTI Riau untuk masa bakti 2026–2030.

Ketua Umum IJTI Herik Kurniawan berharap kepemimpinan baru dapat membawa perubahan positif bagi jurnalis televisi di daerah, terutama dalam penguatan etika jurnalistik dan peningkatan kesejahteraan wartawan di tengah tantangan digitalisasi.

“Di era digital, jurnalis harus tetap berpegang pada etika jurnalistik sekaligus mampu beradaptasi agar tetap relevan dan profesional,” ujar Herik.

Musda IJTI Riau ini menjadi momentum penguatan peran jurnalis televisi agar tetap adaptif, kredibel, dan berdaya saing di tengah arus teknologi yang terus berkembang.(Rul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *