Batam, [GT] – Aksi seorang porter di Bandara Internasional Hang Nadim Batam yang membantu penumpang melakukan check-in online sebelum menuju konter maskapai, viral di media sosial.
Dalam video yang beredar, porter tersebut menuai sorotan publik lantaran menerima imbalan sejumlah uang dari penumpang atas jasa yang diberikan.
Peristiwa itu memicu beragam reaksi masyarakat. Tidak sedikit yang mempertanyakan standar pelayanan di bandara internasional yang selama ini menjadi salah satu pintu gerbang utama wisatawan dan investor menuju Kota Batam.
Sejumlah penumpang mengeluhkan praktik tersebut karena dinilai dapat menimbulkan kesan seolah-olah layanan check-in merupakan jasa berbayar yang harus dibantu pihak tertentu. Kondisi itu dikhawatirkan membingungkan penumpang, khususnya wisatawan yang baru pertama kali datang ke Batam.
Selain menimbulkan keluhan, kejadian tersebut juga dianggap berpotensi mencoreng citra Bandara Hang Nadim sebagai salah satu akses utama pariwisata dan ekonomi di wilayah perbatasan Indonesia. Publik menilai pelayanan di bandara internasional harus mengedepankan profesionalisme, transparansi, serta memberikan rasa nyaman bagi seluruh pengguna jasa.
Menanggapi viralnya video tersebut, Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam (BIB), Annang Setia Budhi, menegaskan pihaknya telah melakukan evaluasi dan klarifikasi terhadap porter yang bersangkutan.
“Manajemen PT Bandara Internasional Batam memahami perhatian masyarakat terhadap kualitas pelayanan di area bandara dan menjadikan setiap masukan sebagai bahan evaluasi untuk terus meningkatkan standar layanan kepada pengguna jasa bandara,” ujar Annang.
Baca : Modus Klasik Berulang, BNNP Kepri Sita 5 Kg Sabu Dalam Koper Penumpang Bandara
Ia menjelaskan bahwa porter merupakan bagian dari layanan pendukung bagi penumpang yang membutuhkan bantuan membawa bagasi. Keberadaan mereka dikelola melalui kerja sama antara PT BIB dengan Koperasi Karyawan BP Batam serta berada dalam pengawasan dan pembinaan sesuai ketentuan yang berlaku.
Setelah melakukan pemeriksaan, porter yang terekam dalam video tersebut mengakui tindakannya tidak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.
“Manajemen PT BIB juga telah melakukan tindakan sesuai ketentuan yang berlaku terhadap oknum porter tersebut,” tegas Annang.
Sebagai bentuk koreksi dan langkah perbaikan, PT BIB akan memperkuat pembinaan terhadap seluruh porter melalui sosialisasi dan edukasi berkala agar pelayanan kepada penumpang berjalan sesuai aturan.
Baca : Target 10 Ribu Pekerja, Fasilitas MRO Batam Siap Jadi Raksasa Aero Teknik Dunia
Manajemen juga mengimbau seluruh petugas pelayanan di lingkungan Bandara Hang Nadim untuk menjaga integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas. Sementara kepada penumpang, PT BIB meminta agar segera melaporkan apabila menemukan pelayanan yang tidak sesuai prosedur.
Menurut Annang, peningkatan kualitas pelayanan tidak hanya menjadi tanggung jawab pengelola bandara, tetapi juga seluruh mitra kerja yang terlibat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa kualitas layanan di bandara bukan hanya menyangkut kenyamanan penumpang, tetapi juga menyangkut reputasi Batam sebagai destinasi wisata, investasi, dan kawasan strategis yang menjadi wajah Indonesia di perbatasan.(Nca)



























