Batam, [GT] – Suasana nobar (nonton bareng) pertandingan Piala Dunia 2026 antara Korea Selatan versus Rep.Ceko di Gedung Lancang Kuning Polda Kepri, Nongsa, Batam, berlangsung meriah, Jumat (12/6/26).
Ratusan peserta yang terdiri dari personel kepolisian, insan media, hingga masyarakat tampak larut dalam atmosfer pertandingan yang berlangsung sengit. Sorak sorai dan tepuk tangan menggema setiap kali peluang tercipta di atas lapangan.
Di tengah kemeriahan tersebut, Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin secara terbuka menyatakan dukungannya kepada Timnas Korea Selatan. Meski demikian, ia mengakui bahwa tim favoritnya di ajang Piala Dunia 2026 tetap Timnas Belanda.
“Kalau tim favorit saya sebenarnya Belanda. Tapi untuk pertandingan ini, sebagai orang Asia saya mendukung Korea Selatan,” ujar Asep yang langsung disambut tepuk tangan dan sorakan peserta nobar.
Dukungan Kapolda Kepri rupanya berbuah manis. Korea Selatan berhasil meraih kemenangan dan membuat suasana nobar semakin semarak. Wajah sumringah terlihat jelas dari para pendukung Taegeuk Warriors yang memadati lokasi acara.
Menanggapi hasil pertandingan tersebut, Asep mengaku senang karena tim yang didukungnya berhasil meraih kemenangan.
“Dukungan kita menang, kita pilih Korea. Skor 2-1 lah,” katanya sambil tersenyum.
Menurut Asep, kegiatan nobar Piala Dunia 2026 ini merupakan bagian dari rangkaian menyambut Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus menjadi sarana mempererat hubungan antara Polri, media, dan masyarakat.
Ia menilai sepak bola merupakan olahraga yang memiliki daya tarik luar biasa dan mampu menyatukan berbagai kalangan dalam suasana kebersamaan.
“Kami ingin menegaskan bahwa Polri selalu hadir bersama masyarakat. Sepak bola menjadi salah satu sarana yang sangat baik untuk membangun kedekatan, kebersamaan, dan silaturahmi,” ujarnya, sembari angkat jempol kananya.
Kegiatan nobar ini juga menjadi bukti tingginya antusiasme masyarakat Kepri terhadap gelaran Piala Dunia 2026. Sejak kick-off dimulai, peserta tampak menikmati jalannya pertandingan hingga peluit panjang dibunyikan.
Momentum kebersamaan yang tercipta selama nobar menjadi gambaran bagaimana sepak bola bukan hanya soal pertandingan di lapangan, tetapi juga menjadi ruang pemersatu yang menghadirkan semangat kebersamaan di tengah masyarakat.(Nca)



























