Batam, [GT] – Kota Batam belum berhasil menembus daftar 10 besar kota paling berdaya saing di Pulau Sumatra berdasarkan Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025 yang dirilis Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Menanggapi hasil tersebut, Wali Kota Batam Amsakar Achmad menegaskan pemerintah tidak akan memperdebatkan metode penilaian BRIN. Menurutnya, hasil pemeringkatan justru menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan daya saing daerah.
“Data itu penting bagi kami untuk mengetahui indikator mana yang masih perlu diperbaiki agar daya saing Batam semakin meningkat,” kata Amsakar, Selasa (29/7/26).
Ia menyebut Batam sejatinya memiliki sejumlah keunggulan, mulai dari pertumbuhan ekonomi yang tinggi, peningkatan investasi, hingga kemudahan perizinan melalui Mal Pelayanan Publik (MPP) dan sistem Online Single Submission (OSS). Pemerintah juga terus memperkuat dukungan bagi pelaku usaha, mempercepat penanganan banjir, serta berhasil menurunkan angka kemiskinan dari 4,85 persen menjadi 3,81 persen.
Terkait tingkat pengangguran, Amsakar menilai tingginya angka tersebut dipengaruhi derasnya arus pencari kerja yang datang ke Batam sebagai salah satu pusat industri dan investasi nasional.
Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Batam Tri Wahyu Rubianto mengatakan pihaknya bersama Wali Kota sedang mengkaji hasil IDSD 2025 untuk mengetahui faktor yang menyebabkan Batam belum mampu bersaing di papan atas.
“Kami masih mempelajari indikator yang memengaruhi hasil tersebut. Ini akan menjadi dasar evaluasi agar Batam bisa meningkatkan daya saing pada penilaian berikutnya,” ujarnya.
Sebagai informasi, BRIN menyusun IDSD berdasarkan berbagai indikator, seperti kualitas kelembagaan, infrastruktur, teknologi informasi, kesehatan, tenaga kerja, sistem keuangan, inovasi, hingga dinamika dunia usaha.
Dalam pemeringkatan IDSD 2025, Medan menjadi kota paling berdaya saing di Sumatra dengan indeks 4,32, disusul Padang (4,25), Pekanbaru dan Palembang (4,23), Metro (4,19), serta Tanjungpinang (4,17). Sementara Batam belum masuk dalam jajaran 10 besar.(Nca)



























