Batam, [GT] – Berdasarkan catatan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI, nilai investasi di Batam mencapai Rp 7,45 triliun. Jumlah tersebut dinilai stabil menjelang akhir Tahun 2024.
Nilai investasi ini dengan rincian, sektor Penanaman Modal Asing (PMA) berjumlah Rp 5,73 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 1,71 triliun
Ketua Apindo Batam Rafki Rasyid mengatakan, dari data pertumbuhan investasi Batam pihaknya sangat optimis dengan iklim yang sedang berlangsung di Batam.
“Bila berpatokan pada data yang dirilis BPS dan BKPM, nilai investasi masuk dan potensi lainnya terbilang stabil. – Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), yang dikenal dengan kota industri diproyeksikan untuk bersaing dengan negara tetangga,” katanya, belum lama ini.
Pengembangan infrastruktur terutama Bandara dan Pelabuhan logistik dapat mendongkrak, untuk persaingan di kawasan regional seperti Singapura, Malaysia dan Vietnam.
Meski di Batam untuk infrastruktur jalan baru berkembang 5 tahun terakhir, Rafki yakin, ini juga akan menggerek investasi masuk, mengingat akses yang semakin mudah ke depan.
“Ditambah dengan infrastruktur pelabuhan dan Bandara Batam yang akan dikembangkan tahun ini dapat terus menjadikan daya tark bagi investor. Apalagi Pelabuhan Batu Ampar Batam yang sudah memiliki 1 STS crane,” ujarnya
Jadi secara infrastruktur, diakui Rafki, Batam masih menghadapi tantangan yang cukup berat. Lantaran harus mengejar ketertinggalan dari negara saingan di kawasan regional. Pengiriman kontainer yang harus transit di Pelabuhan di Singapura terlebih dahulu, sudah dapat diminimalisir.
“Tarif logistik dari Batam yang mulai bersaing dengan negara tetangga dengan dibuka pengiriman langsung ke China dari Batu Ampar, hanya saja kapasitasnya masih relatif kecil dan negaranya terbatas,” terangnya.
Perkembangan industri di Batam, kata Rafki, perlahan mulai mengalami pergeseran. Jika sebelumnya didominasi oleh sektor elektronik, maka di masa depan akan lebih beragam seperti industri digital dan data center, industri EBT, bahkan juga industri semikonduktor yang memiliki teknologi tinggi.
Kepala BP Batam Muhammad Rudi mengatakan, capaian ini tidak terlepas dari kerja keras dan kolaborasi seluruh komponen daerah dalam menjaga iklim investasi di Batam.
“Mari kita jaga kenyamanan dan keamanan kota tercinta kita ini agar investor dapat terus menanamkan modalnya di Batam. Apabila investasi terus meningkat, maka ekonomi pun bisa terus bangkit dan membuka peluang kerja bagi masyarakat,” katanya.
Muhammad Rudi tak memungkiri, pertumbuhan investasi tersebut berkat kemajuan Batam yang begitu pesat.
Dengan berbagai program strategis BP Batam ke depan, Muhammad Rudi pun optimistis, nilai investasi di Batam akan terus meningkat hingga akhir tahun 2024 mendatang, sehingga pertumbuhan ekonomi berjalan.(Wrt)



























