Investigasi Kemenkes Ungkap Kronologi Kematian dr Myta Aprilia Azmy

Ucapan belasungkawa dr Myta Aprilia banjiri medsos.(Ist_)
Share

Jakarta, [GT] – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membuka hasil investigasi tentang penyebab meninggalnya dr Myta Aprilia Azmy, seorang dokter magang di Rumah Sakit KH Daud Arif, Kuala Tungkal, Jambi.

Hasil investigasi yang dilakukan oleh Kemenkes, dr Myta mengalami penyakit paru berat dan terungkap sempat menjalani perawatan di beberapa fasilitas kesehatan (faskes).

Advertisement

Pelaksana Tugas (Plt) Inspektur Jenderal Kemenkes, Rudi Supriatna Nata Saputra mengungkapkan bahwa dr Myta dalam kondisi normal dan sehat saat pertama kali mengikuti program magang atau internship.

“Beliau mulai internship sampai dengan masuk stase rumah sakit IGD diawali pada saat seleksi di 4 Agustus 2025,” kata Rudi dalam konferensi pers yang dilakukan di kantor Kemenkes, Jakarta Selatan pada Kamis, 7 Mei 2026.

“Data MCU yang bersangkutan dari Laboratorium Kesehatan Masyarakat Palembang, hasilnya normal,” lanjutnya.

Dokter Myta Magang di Puskesmas dan Pemeriksaan Awal Stase IGD Tanpa Keluhan Kesehatan

Rudi mengatakan bahwa dr Myta mulai magang di Puskesmas pada 11 Agustus 2025 hingga 10 Februari 2026.

“Menjalani stase Puskesmas Kuala Tungkal II. Sepanjang proses internship tersebut, dokter MAA tidak ada keluhan kesehatan,” ungkapnya.

“Kemudian tanggal 11 Februari 2026 itu mulai periode internship di Rumah Sakit Kuala Tungkal dan dilaporkan data kondisi bersangkutan sehat,” imbuhnya.

Saat masuk ke rumah sakit, dr Myta mengawali stasenya dengan bertugas di IGD.

Mulai Mengeluhkan Sakit, Ulang Tahun harus Diinfus

Kondisi kesehatan dr Myta mengalami gangguan pada 26 Maret 2026, tapi tetap memutuskan untuk bekerja di IGD.

Ia sempat menjalani pengobatan mandiri sampai pada 31 Maret 2026, kondisinya masih demam, batuk, dan pilek.

Meski merasa sakit, dr Myta diketahui tidak melapor pada dokter pendamping.

Kemudian pada 1 April 2026, dr Myta mengirim voice note kepada temannya, menceritakan bahwa dirinya mengalami demam panas tinggi

Dalam pemaparan Kemenkes, dr Myta juga sempat merayakan ulang tahun, tapi karena kesehatannya pulih, ia harus diinfus.

“Di tanggal 13 April 2026 ini hari ulang tahun dr MAA. Jadi, dia mendapatkan infus setelah jaga malam dan di IGD dipasang infus. Itu dr MAA diinfus oleh dokter jaga,” kata Rudi sambil memutar video potong tumpeng ulang tahun dr Myta dengan selang infus di tangan.

Mengirim Voice Note kepada Rekan Sejawat, Minta Gantikan Jadwal Jaga

Tanggal 15 April 2026 pagi, dr Myta mengirim voice note ke salah satu temannya sesama dokter magang untuk minta tolong menggantikan jadwal jaga.

“Terdengar napasnya sudah agak sesak,” ujar Rudi.

Dalam rekaman audio, terdengar dr Myta meminta dokter magang A untuk menggantikan jadwal pagi dan jadwal malam akan digantikan oleh dokter magang R.

“Aku mau minta tolong gantiin jadwal aku, yang pagi ini. Kalau misa kamu bisa. Hari ini saja. Nanti yang malam biarlah Rena nanti yang gantiin. Aku nggak bisa, nggak kuat Astri,” ucap dr Myta dengan terbata.

Dokter Myta Tak Bisa Dihubungi Keluarga, Ditemukan Linglung di Kos

Keluarga mulai tidak bisa menghubungi dr Myta pada 15 April 2026 dan meminta bantuan dokter lain untuk memastikan keadaannya.

“Dokter MAA ditemukan dokter F di bawah tangga, jadi di kos ada ada tangga dan di bawahnya sedang berdiri dalam kondisi linglung,” tutur Rudi.

“Jadi, dr MAA tidak menggunakan jilbab, mengenakan celana pendek dan atasan baju seragam scrub. Setelah ditanya, dr MAA menjawab ingin berangkat kerja. Kondisinya sudah confused, linglung, mungkin hipoksia,” tambahnya.

Mulai Jalani Perawatan Medis hingga Meninggal Dunia

Dokter Myta dirawat di rumah sakit tempatnya bekerja pada 15 hingga 20 April 2026 dan diizinkan pulang.

Sehari setelah pulang, dr Myta mengeluhkan kesehatannya kembali menurun sampai akhirnya keluarga membawa ke Rumah Sakit Mattaher Jambi pada 21 April 2026.

Tiga hari dirawat dan merasa sehat, ia kembali melanjutkan aktivitas internship pada 24 April 2026, tapi dokter pembimbing memberinya izin untuk beristirahat.

Dokter Myta sempat dirawat selama 2 jam di Klinik Ismada sebelum keluarga memutuskan untuk merujuk ke RSUP Mohammad Hoesin.

Ia langsung dirawat di ruang isolasi infeksi pada 27 April 2026 dan masuk ICU karena membutuhkan bantuan pernapasan karena kondisinya terus menurun.

Nyawa dr Myta tidak tertolong setelah dirawat beberapa hari di ICU Rumah Sakit Mohammad Hoesin dan meninggal dunia pada 1 Mei 2026.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *