Batam, [GT] – Kota Batam bersiapkan posisinya sebagai pusat pertumbuhan baru bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Melalui kolaborasi strategis antara Kementerian Koperasi dan UKM RI, Badan Pengusahaan Batam (BP Batam), dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), ekosistem UMKM di Batam akan diperkuat lewat akses permodalan yang lebih luas, peningkatan kapasitas usaha, serta pembukaan peluang investasi domestik dan asing.
Kolaborasi ini berfokus pada tiga pilar utama. Pertama, akses permodalan berkelanjutan melalui skema pembiayaan mikro dan kecil dari BRI yang disertai pendampingan literasi keuangan. Kedua, peningkatan kapasitas usaha, yang mencakup pelatihan kewirausahaan, digitalisasi bisnis, dan sertifikasi produk yang difasilitasi oleh KemenKopUKM bersama BP Batam. Ketiga, peluang investasi dan kemitraan industri, yang membuka ruang kolaborasi antara UMKM dengan investor potensial, menjadikan sektor usaha kecil bagian integral dari ekosistem industri Batam.
Wakil Menteri Koperasi dan UKM RI, Helvi Yuvi Moraza, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah nyata pemerintah untuk memperkuat daya saing UMKM di kawasan strategis. “UMKM adalah tulang punggung ekonomi nasional. Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan pelaku usaha di Batam mendapatkan akses permodalan yang mudah, pendampingan yang berkualitas, dan peluang pasar yang luas, termasuk melalui jaringan investasi di kawasan industri dan pariwisata Batam,” ujarnya, saat kunker ke Batam, Rabu (12/11/25).
Sementara itu, Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, menekankan pentingnya sinergi antara investasi dan pemberdayaan pelaku usaha lokal. BP Batam tengah menyiapkan platform digital inventarisasi aset pengusahaan yang akan mempermudah UMKM memanfaatkan aset produktif milik BP Batam untuk kegiatan produksi, distribusi, maupun kolaborasi usaha. Inovasi ini melengkapi langkah BP Batam sebelumnya yang telah meluncurkan dashboard investasi digital dan program Duta Investasi untuk meningkatkan efisiensi layanan bagi investor.
Hingga akhir 2024, data BPS Kepulauan Riau mencatat terdapat 75.575 unit UMKM yang aktif beroperasi di Batam. Dengan potensi besar tersebut, kolaborasi lintas lembaga ini ditargetkan mampu meningkatkan ekspor Batam hingga 10 persen, sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Sinergi KemenUMKM, BP Batam, dan BRI ini diharapkan menjadi model kemitraan ideal dalam membangun ekosistem UMKM yang berdaya saing global, berbasis investasi dan keberlanjutan menjadikan Batam sebagai contoh nyata transformasi ekonomi daerah yang modern, tangguh, dan kolaboratif.(*)



























