Batam, [GT] – Sejarah bukan sekadar catatan masa lalu. Bagi Polri, sejarah adalah sumber identitas dan semangat juang. Hal itulah yang mendorong Pusat Sejarah (Pusjarah) Polri melakukan penelitian tentang perjalanan Polri pada masa Demokrasi Terpimpin (1959–1966).
Rombongan Pusjarah tiba di Mapolda Kepri, Selasa (26/8/2), disambut langsung Wakapolda Kepri Brigjen Pol. Dr. Anom Wibowo dengan hangat. Dalam sambutannya, ia menegaskan dukungan penuh terhadap upaya penggalian data sejarah tersebut di wilayah hukum Polda Kepri.
“Polri memiliki catatan penting dalam sejarah bangsa. Semangat itu harus diwariskan pada generasi Polri masa kini,” ujar Wakapolda, sembari mengingatkan peran Polri dalam Pertempuran Surabaya 10 November 1945.
Penelitian kali ini tak hanya menelusuri arsip, tetapi juga menapak tilas peristiwa Dwikora di Tanjungpinang. Tim Pusjarah berencana mendatangi lokasi bersejarah dan mendengarkan langsung cerita saksi hidup.
Kabidrahtra Pusjarah Polri Kombes Pol I Gede Dedi Ujiana menegaskan, karya sejarah ini diharapkan menjadi rujukan akurat sekaligus sumber motivasi. “Bukan hanya untuk Polri, tapi juga bagi masyarakat luas yang ingin mengenal lebih dekat kiprah Polri dalam perjalanan bangsa,” katanya.
Melalui langkah ini, Polda Kepri dan Pusjarah Polri ingin memastikan bahwa warisan sejarah Polri tetap hidup, relevan, dan memberi inspirasi di tengah perubahan zaman.(*)



























