Jakarta, [GT] – Setelah setengah abad lebih, publik Bologna merasakan dahaga trofi juara Coppa Italia. Penduduk kota tua tersebut, kini bisa merasakan kembali euforia yang telah lama hilang.
Bologna bukan sekadar kota tua di utara Italia. Ia adalah simbol dari sejarah panjang, budaya kaya, dan semangat yang tak pernah padam.
Baca : Final Atau Pulang: Drama Penentuan di Leg Kedua Semifinal Liga Champions
Kamis 15 Mei 20025, penduduk Bologna boleh kembali bersorak setelah sekian lama. Tim kesayangan mereka berhasil mengalahkan AC Milan dengan skor 1-0 di final Coppa Italia, dan membawa pulang trofi yang didamba-dambakan.
Setelah 51 tahun, kota ini kembali merayakan kejayaan lewat trofi sepak bola. Namun, di balik euforia sepak bola, ada kisah kota yang tak kalah menarik untuk disimak.
Baca : Perpisahan Tak Mengenakan Alexander-Arnold di Laga Imbang Liverpool vs Arsenal
Bologna dikenal dengan empat julukan yang mencerminkan identitasnya: La Dotta (yang terpelajar), La Grassa (yang gemuk), La Rossa (yang merah), dan La Turrita (yang bertara).
La Dotta merujuk pada Universitas Bologna, yang didirikan pada tahun 1088 dan dianggap sebagai universitas tertua di dunia. La Grassa menggambarkan kekayaan kuliner kota ini, dengan hidangan khas seperti tagliatelle al ragù dan mortadella.
Baca : Guard of Honour Untuk Liverpool Usai Dibantai Chelsea 3-1 di Stamford Bridge
La Rossa mengacu pada warna bata merah yang mendominasi bangunan kota, serta sejarah politiknya yang condong ke kiri. Sementara La Turrita menggambarkan banyaknya menara abad pertengahan yang masih berdiri, seperti Menara Asinelli dan Garisenda.(*)
Sumber : bola.net























