Batam, [GT] – PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Indonesia terus mendorong pemanfaatan compressed natural gas (CNG) sebagai energi alternatif yang lebih hemat dan ramah lingkungan. Setelah menyasar sektor industri dan komersial, kini mulai melirik UMKM dan rumah tangga.
PGN melalui Gagas Energi Indonesia kini mulai menyiapkan pengembangan distribusi CNG untuk rumah tangga, UMKM hingga pedagang kecil di Batam. Perusahaan menargetkan produk gas bumi tersebut, dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
Corporate Secretary PGN yang disampaikan oleh Wendi Purwanto selaku Area Head PGN Area Batam mengatakan, saat ini pengembangan CNG untuk rumah tangga masih dalam tahap persiapan. Namun ke depan,
“Ke depannya kami berharap PGN dapat menghadirkan produk-produk yang masuk ke rumah tangga, UMKM maupun pedagang kecil agar distribusi energi gas bumi bisa semakin luas dan mudah dijangkau masyarakat,” ujar Wendi.
Menurutnya, CNG dinilai lebih ramah lingkungan karena berasal dari gas alam atau gas natural yang didominasi kandungan metana. Emisi yang dihasilkan lebih rendah dibandingkan bahan bakar fosil lainnya sehingga dinilai mendukung transisi energi bersih.
“CNG ini lebih ramah lingkungan karena emisi yang dihasilkan lebih sedikit. Ini juga sejalan dengan upaya mendukung program energi bersih dan pengurangan emisi,” jelasnya.
Area Head PGN Gagas Batam Leonardo Manurung menyebut, pengembangan energi gas bumi juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program Langit Biru yang sebelumnya digaungkan pemerintah untuk menciptakan kualitas udara lebih baik melalui penggunaan energi rendah emisi.
Selain faktor lingkungan, penggunaan CNG juga dinilai mampu memberikan efisiensi biaya bagi pelaku usaha. Sebelumnya, PGN mencatat penggunaan gas bumi dapat menghemat biaya energi sekitar 15 hingga 30 persen dibandingkan LPG non subsidi.
Karena itu, sektor UMKM menjadi salah satu target utama pengembangan CNG ke depan. PGN menilai kebutuhan efisiensi energi bagi pelaku usaha kecil terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi dan industri di Batam.
“Kami tetap menargetkan pertumbuhan dari sektor industri dan UMKM karena di situ kebutuhan efisiensi energi cukup besar. Ke depan kami juga mencoba menghadirkan solusi yang lebih mudah untuk rumah tangga maupun pedagang kecil,” kata Leo, di kantornya, kemarin.
Saat ini, pemanfaatan CNG di Batam masih didominasi sektor industri dan komersial, termasuk restoran dan usaha horeca yang terus tumbuh di kawasan wisata tersebut.(Nca)



























