PLN EPI Bangun Pipa Gas Rp1 Triliun dari Natuna ke Batam

PLN EPI pembangunan WNTS Natuna Batam.(Ist)
Share

Batam, [GT] – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) resmi memulai pembangunan pipa gas dari West Natuna Transportation System (WNTS) menuju Pulau Pemping, Kepulauan Riau, Selasa (10/2/26). Proyek strategis senilai sekitar Rp1 triliun ini diproyeksikan menjadi penopang utama pasokan energi Batam sekaligus menjamin keandalan listrik di tengah lonjakan kebutuhan yang terus tumbuh.

Wali Kota Batam yang juga Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menyambut dimulainya pembangunan infrastruktur energi tersebut. Ia menyebut kebutuhan listrik Batam tumbuh sekitar 15 persen per tahun, seiring realisasi investasi 2025 yang mencapai Rp69,3 triliun atau naik 11,5 persen dibanding tahun sebelumnya.

Advertisement

Menurutnya, kondisi tersebut menuntut kesiapan pasokan energi yang stabil dan berkelanjutan. “Karena itu, keandalan pasokan energi menjadi kunci. Proyek ini menjadi terobosan strategis bagi masa depan Batam,” ujarnya.

Direktur Utama PLN EPI, Rakhmad Dewanto, menjelaskan pipa gas WNTS–Pemping disiapkan untuk menjawab kebutuhan energi Batam yang terus berkembang, terutama guna menopang aktivitas industri. Selama ini, sebagian besar gas dari Natuna lebih banyak diekspor ke Singapura melalui jaringan pipa yang telah ada.

“Ke depan kebutuhan listrik Batam akan semakin besar dan sumbernya berbasis gas. Selama ini pasokan gas banyak mengalir ke Singapura. Dengan pipa ini, gas dapat dialirkan terlebih dahulu ke Batam untuk memenuhi kebutuhan domestik,” kata Rakhmad.

Proyek yang diinisiasi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada 31 Januari 2026 ini akan dilaksanakan secara bertahap. Pada fase awal, pipa ditargetkan mampu menyalurkan sekitar 33 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Kapasitas tersebut akan ditingkatkan hingga mencapai 111 BBTUD dengan masa kontrak 11 tahun.

“Seluruh volume gas dialokasikan 100 persen untuk kebutuhan domestik. Ini menjamin pasokan energi Batam setidaknya untuk 10 tahun ke depan,” ujarnya.

PLN EPI telah menyiapkan sejumlah tahapan awal, mulai dari pengadaan long lead items, penunjukan kontraktor Engineering, Procurement, and Construction (EPC), hingga penyelesaian dokumen perizinan lingkungan. Proyek ini juga terintegrasi dengan pengembangan Wilayah Kerja Duyung, menyusul penandatanganan Perjanjian Jual Beli Gas Bumi (PJBG) antara PLN EPI dan West Natuna Exploration Limited pada 11 Juli 2025.

Direktur Manajemen Pembangkitan PLN, Rizal Calvary Marimbo, menambahkan gas menjadi pilihan energi paling realistis bagi Batam. Secara geografis, Batam tidak memiliki sungai besar untuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA) skala besar, sementara potensi gelombang laut dinilai terbatas.

“Energi surya bisa dikembangkan di wilayah pesisir, namun gas tetap menjadi andalan utama. Apalagi pasokannya tersedia dari Natuna dan Sumatra,” jelasnya.

Proyek pipa Pemping sempat tertunda hampir satu dekade akibat persoalan pendanaan dan kepastian harga gas. Dengan adanya penugasan langsung kepada PLN EPI, pengerjaan kembali dilanjutkan dan progresnya kini telah mencapai sekitar 72 persen.

Kepala SKK Migas, Joko Siswanto, menyebut kehadiran pipa WNTS–Pemping akan mengubah pola pemanfaatan gas Natuna yang sebelumnya lebih berorientasi ekspor. Sekitar 111 BBTUD gas direncanakan dialirkan ke PLN selama 11 tahun.

“Gas dijadwalkan mulai mengalir bertahap dengan target on stream pada 2027–2028, sehingga ketahanan energi nasional, khususnya di Batam, semakin kuat,” ujarnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *