Pahang, [GT] – Konsulat Jendral Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru membuka layanan jemput bola atau Warung Konsuler di Kuantan, Pahang. Selama 2 hari, KJRI memberikan pelayanan keimigrasian dan kekonsuleran bagi WNI yang tinggal di Pahang, yang merupakan wilayah kerja KJRI Johor Bahru yang terluas dan terjauh.
Layanan ini dimanfaatkan oleh sekitar 299 WNI. Terdiri dari 222 di antaranya memohon pelayanan keimigrasian berupa penerbitan Paspor dan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP).
Sementara itu, 77 orang meminta pelayanan Konsuler berupa Surat Bukti Pencatatan Kelahiran Anak (untuk yang lahir di Malaysia), lapor diri, Surat Keterangan Surat Izin Mengemudi (SIM), Surat Keterangan Pencatatan Pernikahan (untuk yang menikah di Malaysia) serta Surat Pencatatan Perceraian dan layanan perekaman Nomor Induk Tunggal (NIT)/Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Konsul Jenderal RI Johor Bahru Sigit Suryantoro Widiyanto menyampaikan tujuan utama dari Warung Konsuler adalah memudahkan WNI yang tinggal di Pahang untuk mendapatkan layanan keimigrasian dan kekonsuleran, tanpa harus ke KJRI Johor Bahru yang berjarak 5 jam perjalanan darat.
“Oleh karena itu warga dihimbau untuk memanfaatkan program ini dengan baik. Konjen RI Johor Bahru juga menghimbau WNI agar tidak mudah percaya kepada pihak yang menjanjikan dapat mengurus pembuatan izin kerja dan pencabutan blacklist pemerintah Malaysia dengan bayaran tertentu,” tegasnya, dalam keterangan, Selasa (17/6/25).
Sigit berpesan kepada WNI di Malaysia, agar memanfaatkan chatbot KSATRIA KJRI Johor Bahru di nomor +60 10 528 8040 untuk mendapatkan informasi layanan dan pengaduan. WNI juga diminta untuk selalu menaati peraturan yang berlaku di Malaysia dan bekerja sesuai dengan prosedur dan jalur yang benar.
“Para WNI di Pahang, Malaysia menyambut positif kegiatan ini dan meminta KJRI Johor Bahru dapat secara rutin membuat kegiatan serupa. Selama kegiatan Warung Konsuler KJRI Johor Bahru membuat siaran langsung di media sosial untuk menjawab berbagai pertanyaan seputar masalah kekonsuleran dan keimigrasian,” tandasnya.(Dun)



























