Johor, [GT] – Satgas Pelayanan dan Pelindungan KJRI Johor Bahru memfasilitasi dan mendampingi deportasi 150 WNI dari Pasir Gudang, Johor ke Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, Kamis (20/3/25).
Para WNI tersebut telah menyelesaikan masa hukuman mereka akibat pelanggaran keimigrasian maupun tindakan pidana lainnya.
Baca : Sebanyak 7 Calon PMI Ilegal Gagal Berangkat ke Abu Dhabi dari Batam
Ketua Satgas Pelayanan dan Pelindungan KJRI Johor Bahru Jati Winarto menyampaikan bahwa fasilitasi pemulangan WNI/PMI yang dideportasi merupakan upaya KJRI Johor Bahru dalam melaksanakan pelindungan WNI di luar negeri.
“Kegiatan fasilitasi dan pendampingan secara rutin dilakukan oleh Satgas Pelayanan dan Pelindungan KJRI Johor Bahru secara berkelanjutan,” jelasnya.
Baca : KJRI Johor Bahru Pulangkan 6 Nelayan Asal Bengkalis yang Ditangkap Malaysia
Kegiatan deportasi ini bagian dari Program Penghantaran Pulang Tahanan Warganegara Indonesia yang telah dilaksanakan sejak bulan Desember 2024.
Program pemerintah Malaysia ini mentargetkan deportasi 7200 orang tahanan WNI, dalam 48 kali pemulangan. Deportasi dilakukan melalui Pelabuhan Pasir Gudang, Johor ke Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.
Secara keseluruhan sejak bulan Januari hingga hari ini, Jati merinci, KJRI Johor Bahru telah memfasilitasi deportasi 1477 orang WNI, 13 diantaranya adalah anak-anak.
Baca : TNI AL Evakuasi 6 PMI Ilegal Yang Alami Inside Laka Laut, 3 Orang Dinyatakan Hilang
Dari 1477 WNI tersebut, sebanyak 431 orang dipulangkan melalui Program Penghantaran Pulang dan selebihnya melalui pemulangan mandiri yang dilakukan oleh depot-depot imigresen Malaysia.
Para WNI tersebut berasal dari berbagai Depo Imigresen di Malaysia, diantaranya adalah Depot Pekan Nanas, Depot Kemayan, Depot Imi Beranang, Depot Machap Umboo dan juga Depot Setia Tropika.
KJRI Johor Bahru juga menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak terkait utamanya kepada Immigresen Malaysia, BP3MI Tanjung Pinang, Kantor Imigrasi Kelas I Tanjung Pinang, RPTC Tanjung serta Kepala Dinas Kesehatan Tanjung Pinang atas dukungan, kerjasama dan fasilitasi yang diberikan sehingga deportasi ini berjalan dengan baik.(Rls)

























