Jakarta, [GT] – Senegal kembali ke singgasana Piala Afrika. The Lions of Teranga memastikan gelar juara usai menumbangkan Maroko dengan skor tipis 1-0 di partai final Piala Afrika 2026.
Gol penentu kemenangan dicetak oleh Pape Guaye di babak perpanjangan waktu, untuk memecah kebuntuan dalam duel sengit dua raksasa Afrika.
Di balik pesta juara Senegal, ada satu nama muda yang ikut mencuri perhatian dan membuat Chelsea diam-diam tersenyum. Dia adalah Mamadou Sarr, bek tengah berusia 20 tahun yang menjadi bagian penting di lini belakang Senegal.
Sarr tampil penuh 90 menit di laga final dan menunjukkan kedewasaan bermain yang tak mencerminkan usianya. Akurasi umpannya mencapai 93 persen, disertai lima sapuan krusial, tiga duel sukses, serta beberapa umpan panjang yang efektif menjaga ritme permainan Senegal.
Turnamen ini menjadi panggung besar bagi Sarr. Piala Afrika 2025/26 adalah debut internasionalnya, namun ia mampu mencatat tiga penampilan dan tampil tanpa rasa gugup di laga-laga penting.
Chelsea sendiri merekrut Sarr dari Strasbourg pada musim panas 2025 dengan nilai transfer 14 juta euro. Meski begitu, The Blues memutuskan meminjamkannya kembali ke klub Prancis tersebut sepanjang musim 2025/26 demi jam terbang.
Keputusan itu mulai terlihat tepat. Di Ligue 1, Sarr sudah mencatat 13 penampilan dan dinilai sebagai salah satu bek muda dengan potensi besar di Eropa. Banyak pengamat menyebutnya sebagai calon bek kelas dunia jika konsistensinya terus terjaga.
Dengan kondisi lini belakang Chelsea yang kerap diterpa badai cedera, peluang Sarr untuk pulang ke Stamford Bridge musim panas nanti terbuka lebar. Jika perkembangan ini berlanjut, The Blues mungkin tak perlu jauh-jauh mencari bek masa depan karena jawabannya sudah ada di depan mata.(Dtk)























