Tim SAR Evakuasi Dua Nelayan Karimun Yang Hanyut Ke Malaysia saat Cuaca Buruk

Dua nelayan Karimun yang dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan.(Ist)
Share

Karimun, [GT] – Momen menegangkan dialami dua nelayan asal Karimun, Kepri, Supianto dan Zulkifli, yang hanyut hingga ke perairan Malaysia setelah kapal yang mereka tumpangi mengalami kerusakan mesin saat melaut.

Peristiwa itu terjadi di perairan Tokong Hiu pada Sabtu (11/4/2026) malam. Kapal yang mereka gunakan dilaporkan mengalami mesin macet (jammed), diperparah kondisi cuaca buruk disertai hujan deras yang membuat kapal kehilangan kendali dan terseret arus laut sejauh lebih dari 20 mil hingga ke wilayah Kukup, Malaysia.

Advertisement

Informasi darurat pertama kali diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan melalui laporan Polair Karimun yang mendapat kabar dari Ketua Nelayan KUB Selayang Laut, Wito. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim SAR Gabungan langsung bergerak cepat melakukan koordinasi lintas negara.

Kepala Basarnas, Fazli, menegaskan bahwa keberhasilan operasi ini tidak lepas dari koordinasi yang solid antara Indonesia dan Malaysia.

“Begitu informasi diterima, tim langsung berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait, termasuk MRCC Johor Malaysia. Ini penting karena lokasi korban sudah masuk wilayah perairan negara tetangga,” ujarnya.

Tim Rescue Pos SAR Tanjung Balai Karimun kemudian diberangkatkan pada Minggu (12/4/2026) sekitar pukul 17.00 WIB menggunakan speedboat milik Polair. Setelah melalui proses koordinasi dan izin lintas batas, tim akhirnya berhasil menjangkau posisi korban di perairan Malaysia pada pukul 18.53 WIB.

Proses evakuasi berlangsung cepat dan penuh kehati-hatian. Kedua nelayan berhasil dipindahkan ke kapal penyelamat dan langsung dibawa kembali ke Indonesia.

Sekitar pukul 20.15 WIB, tim bersama korban tiba dengan selamat di Pelabuhan Tanjung Balai Karimun. Keduanya langsung diserahkan kepada keluarga dalam kondisi stabil.

“Alhamdulillah, seluruh proses evakuasi berjalan lancar. Ini merupakan wujud sinergi dan respons cepat tim SAR serta kerja sama internasional yang baik,” tambah Fazli.

Operasi SAR resmi ditutup pada pukul 21.00 WIB setelah dilakukan debriefing. Seluruh unsur yang terlibat kembali ke satuan masing-masing dengan membawa keberhasilan dalam misi kemanusiaan tersebut.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *