Janji Manis Berujung Luka: Kisah Kelam Remaja Batam Jadi Korban Rayuan di TikTok

Share

Batam, [GT] – Media sosial yang kerap menjadi ruang hiburan dan pertemanan, kembali menjadi saksi tragedi. Seorang remaja perempuan di Batam harus menanggung luka fisik dan trauma mendalam setelah dirudapaksa oleh pemuda yang baru dikenalnya melalui aplikasi TikTok.

Pelaku berinisial SP (19) awalnya tampil bak pangeran penyelamat. Ia merayu korban dengan janji akan menikahinya. Bahkan, untuk meyakinkan, SP sempat membawa korban bertemu dengan orang tuanya. Seolah-olah, hubungan itu benar-benar serius.

Advertisement

Namun janji manis itu hanya topeng. Pada Rabu, 13 Agustus 2025, di sebuah kos-kosan kawasan Teluk Tering, Batam Kota, rayuan berubah menjadi malapetaka. Pertengkaran kecil berakhir dengan tindak kekerasan: korban dijatuhkan ke kasur, dicekik hingga pingsan, lalu dirudapaksa.

“Korban mengalami pendarahan di bagian kelamin. Setelah itu pelaku mengambil uang dan iPhone milik korban sebelum kabur,” jelas Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Debby Tri Andreastian, Selasa (19/8/25).

Luka yang Tak Terlihat

Bagi korban, peristiwa itu bukan hanya meninggalkan luka fisik. Ada trauma psikologis yang jauh lebih dalam. Kepercayaan yang diberikan justru dikhianati, membuatnya harus menghadapi kenyataan pahit di usia muda.

Di sisi lain, kasus ini membuka mata banyak pihak tentang risiko membangun hubungan di dunia maya. Tidak semua orang yang hadir dengan kata-kata manis adalah tulus. Ada yang hanya memanfaatkan keluguan dan kepercayaan.

Pelaku Dibekuk di Pasar Jodoh

Beruntung, korban berani melapor. Polisi bergerak cepat dan menangkap SP tiga hari setelah kejadian, tepatnya pada 16 Agustus 2025 dini hari, di kawasan Pasar Jodoh, Lubuk Baja. Dari tangan pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti, termasuk iPhone 12 Pro milik korban.

Kini, SP dijerat Pasal 285 KUHP junto Pasal 365 ayat 1 KUHP dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara.

Media Sosial: Antara Pertemanan dan Ancaman

Kasus ini menjadi pengingat keras bahwa media sosial bisa menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, ia membuka peluang pertemanan tanpa batas. Namun di sisi lain, ada ancaman nyata jika pengguna tidak berhati-hati.

“Jangan mudah percaya dengan janji manis orang yang baru dikenal di media sosial,” jelasnya.

Bagi generasi muda, terutama remaja yang rentan terbawa perasaan, bijaklah dalam membuka ruang personal kepada orang asing. Satu langkah salah bisa meninggalkan luka yang panjang.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *