Batam, [GT] – Suasana haru menyelimuti Asrama Haji Batam, Rabu (22/4/2026). Tangis, doa, dan pelukan keluarga mengiringi langkah 445 jemaah yang tergabung dalam kloter pertama Embarkasi Batam menuju Tanah Suci.
Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, secara langsung melepas keberangkatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menggambarkan ibadah haji sebagai perjalanan batin yang penuh makna.
“Perjalanan haji adalah perjalanan suci, perjalanan air mata. Siapa pun yang sampai di Tanah Suci pasti merasakan haru dan syukur,” ujarnya.
Tahun ini, lebih dari 10 ribu jemaah akan diberangkatkan melalui Embarkasi Batam. Bagi banyak jemaah, momen ini bukan sekadar perjalanan, tetapi penantian panjang yang akhirnya terjawab.
Di antara rombongan, tampak wajah-wajah penuh harap, mulai dari jemaah lanjut usia hingga yang masih belia. Yunu Katutu Langgu (83), jemaah tertua asal Batam, berangkat dengan semangat meski usia tak lagi muda. Sementara Talihah Nor (18), jemaah termuda, membawa cerita generasi baru yang mendapat kesempatan lebih cepat.
Ansar pun mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan di tengah cuaca ekstrem Arab Saudi, serta menumbuhkan kepedulian antarjemaah, khususnya kepada lansia dan penyandang disabilitas.
“Kebaikan sekecil apa pun akan menjadi investasi amal,” pesannya.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kementerian Haji Kepri, Muhammad Syafi’i, menjelaskan bahwa pemberangkatan tahun ini dibagi dalam dua gelombang: gelombang pertama menuju Madinah dan gelombang kedua ke Jeddah.
“Alhamdulillah berangkat lengkap, kita berharap pulang juga lengkap,” katanya.
Kloter pertama ini dijadwalkan terbang dari Bandara Hang Nadim Batam pukul 11.35 WIB dan tiba di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah, pada hari yang sama.
Selama di Tanah Suci, jemaah akan menjalani rangkaian ibadah dengan dukungan layanan bertema ramah lansia, disabilitas, dan perempuan. Sebuah upaya untuk memastikan seluruh jemaah dapat beribadah dengan aman dan nyaman.
Di balik angka dan jadwal, ada ribuan doa yang terbang bersama pesawat hari itu. Dari Batam menuju Tanah Suci, perjalanan ini bukan hanya soal jarak, tapi tentang harapan, pengorbanan, dan kerinduan mendalam untuk memenuhi panggilan Ilahi.(*)



























