DAERAH  

Ribuan Truk ODOL Diincar Penertiban, BPTD Kepri Gencarkan Kebijakan Baru 

Kepala BPTD Kelas II Kepulauan Riau, Dini Kusumahati Damarintan saat ditemui di Batam.(GRTT/Nug)
Share

Batam, [GT] – Pemerintah terus memperkuat langkah menuju penerapan program Zero Over Dimension Over Loading (ODOL) guna menciptakan transportasi yang lebih aman dan berkelanjutan.

Di Kepulauan Riau, sosialisasi kepada pelaku usaha dan pemilik kendaraan angkutan barang kini mulai digencarkan secara bertahap.

Advertisement

Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Kepulauan Riau, Dini Kusumahati Damarintan, mengatakan implementasi Zero ODOL tidak semata-mata berorientasi pada penindakan, tetapi lebih mengedepankan edukasi, pembinaan, dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan.

Menurutnya, kendaraan yang beroperasi dengan muatan berlebih maupun dimensi yang tidak sesuai standar menjadi salah satu faktor utama penyebab kecelakaan lalu lintas dan kerusakan infrastruktur jalan.

“Program ini dilakukan secara bertahap. Kami mengajak seluruh pemilik kendaraan angkutan barang untuk bersama-sama mendukung upaya mewujudkan transportasi yang lebih aman dan tertib,” ujarnya.

BPTD Kepri sebagai unit pelaksana teknis di bawah Direktorat Jenderal Perhubungan Darat memiliki tugas melakukan pengawasan keselamatan sarana dan prasarana transportasi darat, termasuk pengawasan kendaraan angkutan barang.

Dini menjelaskan, pendekatan yang dilakukan saat ini lebih banyak berupa sosialisasi kepada perusahaan angkutan, pengemudi, hingga pemilik armada agar memahami risiko dan konsekuensi dari praktik ODOL.

Selain itu, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan kepolisian, pemerintah daerah, serta berbagai stakeholder transportasi guna memastikan implementasi kebijakan berjalan efektif tanpa mengganggu distribusi logistik.

Langkah tersebut sejalan dengan kebijakan Kementerian Perhubungan yang tengah memperkuat implementasi program Zero ODOL melalui pengawasan yang lebih modern dan berbasis keselamatan transportasi nasional.

Tak hanya fokus pada kendaraan, BPTD Kepri juga mendorong peningkatan fasilitas keselamatan jalan seperti penerangan, rambu-rambu lalu lintas, hingga perlengkapan keselamatan lainnya di sejumlah ruas jalan nasional.

“Keselamatan menjadi prioritas utama. Karena itu perbaikan sarana dan prasarana transportasi akan terus dilakukan secara bertahap,” katanya.

Kepri sendiri merupakan salah satu wilayah strategis nasional yang memiliki aktivitas logistik cukup tinggi, terutama di kawasan Batam yang menjadi pusat industri dan perdagangan internasional.

Dengan semakin meningkatnya mobilitas barang, penerapan standar keselamatan transportasi dinilai menjadi kebutuhan mendesak untuk mencegah kecelakaan dan menjaga kualitas infrastruktur jalan.

Pemerintah berharap melalui kolaborasi seluruh pihak, target mewujudkan transportasi darat yang aman, tertib, dan berkeselamatan dapat tercapai, sekaligus mendukung kelancaran distribusi logistik nasional menuju era Zero ODOL.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *