Jakarta, [GT] – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah ke level Rp17.667 pada perdagangan Senin (18/5/2025). Mata uang Garuda melemah 71 poin dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp17.597 per USD.
Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan penguatan dolar AS terjadi karena meningkatnya risiko inflasi yang didorong oleh tingginya harga minyak yang memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve (Fed) dapat mempertahankan suku bunga tinggi untuk waktu yang lebih lama.
Prospek kebijakan moneter ketat dari The Fed semakin menguat karena harga energi yang lebih tinggi jelas telah memperlambat kemajuan disinflasi, mendorong inflasi semakin jauh dari target 2% The Fed
Selain itu, upaya untuk mengakhiri perang AS-Israel di Iran tampaknya telah terhenti, setelah pembangkit listrik tenaga nuklir di Uni Emirat Arab diserang dan karena Presiden AS Donald Trump diperkirakan akan membahas opsi militer terhadap Iran.
“Pembicaraan pekan lalu antara Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping berakhir tanpa indikasi dari importir minyak terbesar di dunia bahwa hal itu akan membantu menyelesaikan konflik,” kata Ibrahim kepada wartawan.
Sementara dari dalam negeri, pelemahan rupiah terjadi karena reaksi pasar tersentak dengan pernyataan Presiden Prabowo yang mengatakan sebagian besar masyarakat di daerah tidak menggunakan dolar AS dalam aktivitas sehari-hari. Sehingga dampaknya dinilai tidak terlalu langsung dirasakan.
“Kondisi masyarakat didesa saat ini lebih pandai dibandingkan masyarakat kota karena teknologi sudah merata, sehingga salah kalau Prabowo mengatakan orang desa tidak mengenal dolar AS bahkan transaksi mata uang kebanyakan orang-orang desa,” ungkap dia.
Ibrahim turut menyayangkan disekitaran presiden terutama sekertaris kabinet tidak bisa mengarahkan pidato presiden sesuai dengan protokol yang sudah ada. Dan ini merupakan koreksi yang harus dilakukan oleh sekertasi kabinet untuk melakukan pembenahan, agar kedepan tidak terjadi.(*)
Sumber : wartaekonomi.co.id


























