Pertumbuhan Ekonomi Kepri Tertinggi di Sumatera, BI Optimistis Tembus 6,8 Persen di 2026

Share

Batam, [GT] – Perekonomian Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mencatat pertumbuhan impresif sebesar 7,04 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada triwulan I 2026.

Angka tersebut melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,61 persen dan menjadikan Kepri sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sumatera.

Advertisement

Kepala Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widijarto mengatakan, kinerja ekonomi Kepri masih ditopang sektor industri pengolahan, pertambangan, konstruksi, dan perdagangan. Dari sisi permintaan, pertumbuhan didorong oleh investasi, ekspor neto, dan konsumsi rumah tangga yang tetap kuat.

“Fundamental ekonomi Kepri masih sangat baik. Pertumbuhan ekonomi yang kuat juga didukung oleh stabilitas sistem keuangan yang terjaga dan penyaluran kredit yang terus meningkat,” ujar Rony, Kamis (25/6/26) saat bincang media di Batam.

Hingga April 2026, penyaluran kredit perbankan di Kepri mencapai Rp105,42 triliun atau tumbuh 23,86 persen (yoy), sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp107,08 triliun atau naik 15,54 persen. Risiko kredit juga tetap terkendali dengan rasio kredit bermasalah (NPL) sebesar 1,14 persen.

Meski inflasi tahunan Kepri pada Mei 2026 meningkat menjadi 3,92 persen, BI bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus memperkuat berbagai program pengendalian harga, termasuk Gerakan Menanam Cabai Kepri (GEMARI) dan Program Implementasi Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Daerah (PI-KEKDA).

Menurut Rony, sepanjang 2026 ekonomi Kepri diproyeksikan tumbuh dalam kisaran 6,0 hingga 6,8 persen. Untuk menjaga momentum tersebut, BI Kepri mendorong pengembangan sektor pariwisata, penguatan UMKM, serta percepatan digitalisasi sistem pembayaran melalui program QRIS Jelajah Indonesia (QJI), CERNIVAL, dan Pekan QRIS Nasional.

“Ke depan, penguatan UMKM, digitalisasi ekonomi, serta sinergi dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha menjadi kunci agar pertumbuhan ekonomi Kepri semakin berkelanjutan dan inklusif,” tutup Rony.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *