Lingga, [GT] – Viralnya informasi penjualan Pulau Katang di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau (Kepri), dengan nilai fantastis mencapai Rp65 miliar, memicu perhatian publik dan menimbulkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat.
Pulau yang berada di wilayah Desa Benan, Kecamatan Katang Bidare, itu ramai diperbincangkan setelah muncul informasi penawaran penjualan melalui media sosial. Namun, pemerintah setempat memastikan bahwa pulau tersebut tidak sepenuhnya kosong karena masih terdapat sejumlah lahan milik masyarakat yang dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, termasuk perkebunan.
Camat Katang Bidare, Kimat Awal, mengaku terkejut saat mengetahui kabar Pulau Katang dijual. Menurutnya, keberadaan lahan masyarakat di pulau tersebut menjadi perhatian penting yang tidak bisa diabaikan.
“Kami juga sempat kaget saat mendengar Pulau Katang dijual, karena di sana masih ada beberapa lahan masyarakat,” ujar Kimat, Senin (1/6/2026).
Menindaklanjuti informasi yang beredar, pihak kecamatan langsung berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Benan dan kepala dusun setempat untuk memastikan kondisi sebenarnya di lapangan. Dari hasil komunikasi tersebut, dipastikan masih terdapat lahan milik warga di Pulau Katang.
Kimat menegaskan hingga saat ini belum ada informasi maupun proses pembebasan lahan masyarakat yang dilakukan pihak tertentu apabila memang ada rencana penjualan atau pengalihan kepemilikan pulau tersebut.
“Kalau memang pulau itu dijual, sampai sekarang belum ada pembebasan lahan masyarakat,” tegasnya.
Pulau Katang sendiri merupakan pulau yang tidak memiliki penduduk tetap. Lokasinya terpisah dari Pulau Benan dengan waktu tempuh sekitar 30 hingga 40 menit menggunakan pompong.
Meski tidak berpenghuni, Pulau Katang dikenal memiliki potensi wisata yang menjanjikan. Di kawasan tersebut terdapat resort wisata yang menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan yang berkunjung ke Kecamatan Katang Bidare.
Hamparan pasir putih, air laut berwarna hijau kebiruan yang jernih, serta keindahan terumbu karang bawah laut menjadi daya tarik utama pulau tersebut. Tak heran jika banyak wisatawan datang untuk menikmati panorama alam dan berbagai aktivitas wisata bahari.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi mengenai pihak yang menawarkan atau mengklaim penjualan Pulau Katang. Namun, viralnya informasi tersebut telah memunculkan sorotan publik terkait status kepemilikan pulau serta keberadaan lahan masyarakat yang masih berada di kawasan tersebut.(*)



























