Batam, [GT] – Aksi demonstrasi yang digelar Aliansi Mahasiswa Bergerak Kota Batam di depan Kantor DPRD Kota Batam, Kamis (18/6/26), diwarnai aksi saling dorong antara mahasiswa dengan aparat kepolisian yang melakukan pengamanan.
Puluhan mahasiswa dari berbagai organisasi dan perguruan tinggi di Batam turun ke jalan untuk menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah.
Namun suasana yang awalnya berlangsung kondusif berubah tegang saat terjadi adu argumen antara massa aksi dan petugas keamanan.
Ketegangan mulai meningkat ketika sejumlah demonstran berupaya membakar ban di depan gedung DPRD Batam sebagai bentuk protes. Aparat kepolisian yang berjaga langsung memadamkan api yang mulai menyala sehingga memicu reaksi dari peserta aksi.
Situasi semakin memanas setelah muncul dugaan adanya ucapan kasar yang dilontarkan oleh oknum aparat kepada mahasiswa yang sedang menyampaikan aspirasi. Tuduhan tersebut langsung memancing protes keras dari massa demonstrasi.
Salah seorang orator Aliansi Mahasiswa Bergerak Kota Batam menegaskan pihaknya keberatan atas perlakuan yang dianggap tidak pantas dari aparat keamanan saat aksi berlangsung.
“Kami dikatakan pant*k saat menyuarakan aspirasi. Kami meminta agar polisi tersebut ditindak,” ujar orator di hadapan peserta aksi.
Dalam demonstrasi tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan yang ditujukan kepada pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Salah satu tuntutan yang disuarakan adalah penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selain isu nasional, massa juga menyoroti berbagai persoalan yang masih menjadi keluhan masyarakat Kota Batam. Mulai dari banjir yang kerap melanda sejumlah kawasan, persoalan pengelolaan sampah, hingga krisis air bersih yang dinilai belum terselesaikan secara optimal.
Meski sempat terjadi aksi saling dorong antara mahasiswa dan aparat kepolisian, situasi akhirnya berhasil dikendalikan. Petugas keamanan tetap bersiaga di sekitar lokasi untuk memastikan jalannya demonstrasi berlangsung aman dan tidak mengganggu ketertiban umum.
Hingga aksi berakhir, massa mahasiswa masih terus menyuarakan tuntutan mereka dan mendesak pemerintah agar segera memberikan solusi konkret terhadap berbagai persoalan yang diangkat dalam demonstrasi tersebut.
Peristiwa ini menjadi sorotan publik karena terjadi di tengah meningkatnya perhatian masyarakat terhadap berbagai isu pelayanan publik dan kebijakan pemerintah yang berdampak langsung terhadap kehidupan warga.(*)



























