Batam, [GT] – Fenomena keberadaan joki Imei Iphone yang melewati Pelabuhan Internasional Batam Center semakin menjadi perhatian publik. Apakan tidak, bos atau pemain Iphone ilegal biasa beraksi sekali menyebrangkan Iphone sebanyak 50 sampai 70 unit.
Padahal, sesuai aturan yang berlaku pendaftaran IMEI dilakukan dengan cara mengisi dan menyampaikan formulir permohonan registrasi IMEI secara elektronik kepada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai melalui laman situs https://www.beacukai.go.id atau melalui aplikasi Mobile Beacukai. Tetapi diduga praktik dilapangan masih melenggang bebas.
Pengakuan salah satu joki yang minta namanya dirahasiakan mengakui, biasa sekali berangkat mereka merupakan rombongan. Umumnya para pelaku memanfaatkan warga Batam yang ingin melakukan perjalanan wisata ke negara tetangga. Pelaku menawarkan tiket gratis pulang pergi ke Singapura atau Malaysia dengan dalih jalan-jalan dan mendapat upah registrasi Imei.
“Sekali tour tuh biasa sekitar 50 sampai 70 orang, tergantung bos atau pemilik handphone. Biasa bila yang memiliki KTP Batam mereka dapat meregistrasi 2 unit Iphone. Sementara yang tidak mengantongi KTP Batam, hanya dapat meregistrasi 1 unit Iphone saja,” katanya, Rabu (27/12/23).
Dia cerita, puncaknya adalah pada saat bulan puasa Ramadhan 1444 H lalu. Sekali beraksi para pemain Iphone ilegal mampu memberangkatkan ratusan joki. Kapasitas Kapal Ferry diisi penuh oleh joki yang ingin membawa pulang dan meregistrasi Iphone dari Singapura dan Malaysia.
“Seperti yang bulan puasa kemarin rame betul, satu Kapal Ferry isinya sebagian besar joki Iphone. Penuh lokasi registrasi Imei di Pelabuhan Internasional Batam Center tuh,” ujarnya.
Ibu dua anak ini yakin, para pemain gawai ilegal ini merupakan bos besar dan pemilik banyak konter penjualan handphone bekas di Batam, sebab mereka mampu menyebrangkan ratusan orang sekaligus dengan membiayainya semua. Upahnya sekitar Rp 450 ribu bagi yang memiliki KTP Batam dengan registrasi 2 unit Iphone.
“Untuk yang KTP luar Batam upahnya Rp 250 ribu, itu sudah ditanggung biaya tiket PP dan makan siang. Sekarang beberapa waktu belakangan, sekali tour tuh sekitar 50-70 orang, tergantung bos atau jasa tour yang dipakainyaa juga. Memang sekarang sudah membeludak. Libur lah dulu kami tahun baru 2024 ini, dari pada ditangkap,” kelakarnya.(Rid)



























