Batam, [GT] – Warga di sejumlah kawasan seperti Tiban Riau Bertuah I II dan III, Patam Lestari, hingga Sekupang mengeluhkan kualitas air bersih dari Air Batam Hiir (ABH) yang dinilai semakin memprihatinkan, Jumat (13/2/26).
Air yang mengalir ke rumah-rumah warga dilaporkan berubah warna menjadi hijau dan tidak layak digunakan. Kualitas air dan debit semakin hari kian mengecil.
Baca : Berikan Pelayanan Prima, BU SPAM BP Batam Gerak Cepat Tangani Pipa Bocor
Salah seorang warga Tiban Riau Bertuah, Lika, mengaku suplai air bersih dari Air Batam Hilir (ABH) di tempat tinggalnya sudah beberapa waktu terakhir tampak menghijau.
Kondisi tersebut membuat warga khawatir akan dampak kesehatan bagi kulit balita dan anak-anak, terutama untuk kebutuhan memasak dan mandi.
“Airnya berwarna hijau, kadang keruh. Selain itu, volumenya juga kecil sekali. Sudah beberapa bulan terakhir seperti ini,” ujar Lika.
Baca : Ditlantas Polda Kepri Salurkan 20 Ton Air Bersih untuk 170 KK dan 1.000 Siswa di Bintan
Keluhan serupa juga dirasakan warga di Patam Lestari dan wilayah Sekupang. Mereka menyebut debit air kerap mengecil, bahkan di jam-jam tertentu nyaris tidak mengalir. Situasi ini dinilai semakin menyulitkan masyarakat, terlebih air bersih merupakan kebutuhan dasar sehari-hari.
Warga berharap pengelola SPAM Batam melalui Air Batam Hilir segera turun tangan dan melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kualitas distribusi air di wilayah terdampak.
“Kami minta ada solusi konkret. Jangan sampai berlarut-larut. Air itu kebutuhan pokok,” tegas salah satu warga Sekupang lain.
Diketahui, persoalan air bersih di Kota Batam masih menjadi perhatian serius. Di beberapa kecamatan lainnya, warga juga masih menghadapi krisis air akibat distribusi yang belum merata.
Baca : SPAM Batam Gesa Perbaikan dan Peremajaan IPA
Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama pihak pengelola dapat segera mengambil langkah cepat, baik melalui perbaikan jaringan pipa, peningkatan kapasitas produksi, maupun pengawasan kualitas air agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab air berubah warna dan mengecilnya debit air di sejumlah wilayah tersebut.(Ndo)



























