Batam, [GT] – Berdasarkan data arus mudik 2025 melalui Pelabuhan yang dikelola PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Batam menunjukan lonjakan jumlah penumpang yang cukup signifikan pada priode 21 Maret-2 April 2025.
General Manager PT ASDP Batam, Hermin Welkis menjelaskan, meski terjadi lonjakan jumlah penumpang yang menggunakan kapal Roro pada arus mudik Hari Raya Idul Fitri 1446 H, pihaknya memiliki trik jitu untuk mengurai kepadatan menjelang lebaran.
“Kelancaran arus mudik tahun ini didukung oleh lintas sektoral yang terkait dengan aktifitas penyebrangan domestik. Kami juga mendorong kebijakan dari Dinas Perhubungan Kepri, untuk membatasi kendaraan berat seperti truk yang tidak mengangkut sembako. Tujuannya agar bisa menampung lebih banyak kendaraan pemudik,” katanya, belum lama ini.
Walkis merincikan, periode 21 Maret–2 April 2025, ASDP Batam mencatat total 32.658 penumpang, terdiri dari 8.686 penumpang pejalan kaki dan 23.972 penumpang dalam kendaraan. Sementara itu, jumlah kendaraan roda dua dan roda empat yang tercatat dalam periode yang sama mencapai 9.439 unit.
“Jika dibandingkan dengan tahun lalu, penumpang secara keseluruhan mengalami penurunan sebesar 1 persen. Penurunan terbesar terjadi pada penumpang pejalan kaki, yang turun 11 persen, sedangkan jumlah penumpang dalam kendaraan meningkat 5 persen. Di sisi lain, produksi kendaraan mengalami penurunan sebesar 13 persen,” jelasnya.
Secara keseluruhan, kata Walkis, jumlah pemudik tahun ini sedikit lebih tinggi dari tahun sebelumnya, tetapi lebih lancar terdistribusi, lantaran cuti bersama lebaran yang lebih panjang dari tahun sebelumnya.
“Secara umum, arus mudik melalui Pelabuhan ASDP Telaga Punggur berjalan lancar. Kelancaran ini didukung oleh berbagai kebijakan, termasuk pembatasan kendaraan angkutan non-sembako yang dinilai sangat efektif,” jelasnya.
Sebagai informasi, Pelabuhan ASDP Telaga Punggur, Batam, melayani beberapa rute tujuan, antara lain tujuan Tanjung Uban (Bintan), Mengkapan (Riau), Kuala Tungkal (Jambi), Dabo Singkep (Lingga), Karimun (Kepri). Di antara rute-rute tersebut, jalur Batam–Tanjung Uban menjadi yang paling padat.(dtk)



























