Batam, [GT] – Pasca mencuatnya dugaan praktik pungutan liar (pungli) dan intimidasi terhadap wisatawan mancanegara, otoritas Imigrasi di Batam langsung bergerak cepat melakukan pembenahan besar-besaran.
Salah satu langkah tegas yang diambil adalah menghapus praktik pemeriksaan keimigrasian di ruang tertutup yang selama ini disorot publik.
Kebijakan ini mulai diterapkan sejak 26 Maret 2026, sebagai respons atas kasus viral yang mencoreng citra pelayanan di pintu masuk internasional tersebut.
Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Kepri, Ujo Sutejo, menegaskan bahwa seluruh proses pemeriksaan kini dilakukan secara terbuka di area utama bersama penumpang lainnya.
“Sejak 26 Maret, kami pastikan tidak ada lagi pemeriksaan paspor di dalam ruangan tertutup. Semua dilakukan secara transparan,” tegasnya.
Namun demikian, ia menjelaskan bahwa ruang khusus tetap digunakan dalam kondisi tertentu, yakni jika ditemukan indikasi pelanggaran serius seperti penggunaan paspor palsu, visa palsu, atau izin tinggal ilegal yang masuk dalam ranah pidana keimigrasian.
“Jika ada dugaan dokumen palsu, maka perlu pendalaman di ruang pemeriksaan sebagai bagian dari proses interogasi,” jelasnya.
Tak hanya itu, sistem penjemputan penumpang di area pelabuhan juga diperketat. Imigrasi telah berkoordinasi dengan pengelola pelabuhan untuk membatasi akses masuk ke area steril, termasuk bagi pihak yang menggunakan pas khusus maupun visitor.
Langkah ini diambil guna menutup celah praktik percaloan dan intervensi pihak ketiga yang sebelumnya diduga menjadi bagian dari modus pungli terhadap wisatawan asing.
Seluruh aktivitas penjemputan kini wajib mengikuti protokol resmi yang telah ditetapkan, dengan pengawasan langsung dari petugas di lapangan.
Imigrasi juga mengimbau pihak-pihak yang selama ini kerap melakukan koordinasi penjemputan tamu agar menyesuaikan dengan aturan baru tersebut.
Kebijakan ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tidak tinggal diam dalam menghadapi dugaan pelanggaran di sektor pelayanan publik, khususnya di wilayah perbatasan strategis seperti Batam.(*)



























