Buriram, [GT] – Drama mewarnai tes pramusim MotoGP Thailand 2026 di Sirkuit Buriram. Sang superstar Marc Marquez memang tercatat mengalami tiga insiden dalam dua hari pengujian (21–22 Februari), namun Ducati Lenovo Team sama sekali tidak panik. Sebaliknya, kepercayaan diri tim justru tetap menggelora.
Di tengah kondisi fisik yang kurang ideal akibat gangguan sakit perut, Marquez tetap menunjukkan mental baja. Meski beberapa kali terjatuh, pembalap asal Spanyol itu masih mampu menutup tes dengan catatan waktu kompetitif dan bertengger di posisi tiga besar kombinasi.
Manajer Ducati Lenovo Team, Davide Tardozzi, menilai insiden tersebut bukan sinyal bahaya. Baginya, kecelakaan dalam fase tes adalah bagian dari proses eksplorasi limit motor dan pembalap.
“Saya rasa kecelakaan itu tidak memengaruhi Marc. Kami semua tahu, Marc akan menjadi salah satu kandidat juara sejak balapan pertama,” ujar Tardozzi, menegaskan optimisme tim.
Insiden terakhir di hari kedua memang membuat Marquez harus mengakhiri program lebih cepat, sehingga ia tak sempat menjalani simulasi balapan penuh. Namun, Ducati melihat situasi itu secara positif — fokus utama tetap pada kesiapan jangka panjang, bukan sekadar hasil tes.
Tardozzi juga menekankan bahwa Ducati tidak membebani Marquez dengan target muluk di seri pembuka, meski balapan perdana musim ini akan digelar di sirkuit yang sama.
“Musim ini sangat panjang. Memenangkan balapan pertama tidak menjamin gelar juara dunia. Yang terpenting adalah konsisten mengumpulkan poin,” jelasnya.
Sikap santai namun penuh keyakinan dari Ducati memperlihatkan satu hal penting: tim pabrikan Italia itu percaya penuh pada kapasitas Marquez. Pengalaman, agresivitas, dan insting balap sang juara dunia diyakini akan menjadi senjata utama saat musim resmi dimulai.(*)






















