Batam, [GT] – Peristiwa kebakaran hebat di area galangan kapal yang diduga kuat berada di PT ASL Shipyard viral di media sosial, Minggu (25/1/26). Kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi terlihat hingga radius 2 km.
Rekaman visual yang beredar luas di media sosial memperlihatkan sebuah kapal berwarna putih dalam kondisi docking tengah menjalani perbaikan terlihat dilahap api.
Kobaran si jago merah menjalar di badan kapal, menciptakan kontras tajam yang memicu kepanikan pekerja dan menarik perhatian warga sekitar kawasan industri.
Belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen perusahaan maupun otoritas terkait mengenai penyebab pasti kebakaran.
Namun, insiden ini kembali membuka luka lama soal rentetan kecelakaan kerja di kawasan industri maritim Batam, khususnya di lingkungan shipyard.
Kebakaran saat proses docking bukanlah peristiwa sepele. Dalam praktik industri, kondisi ini kerap berkaitan dengan pekerjaan panas (hot work) seperti pengelasan atau pemotongan logam, yang menuntut pengawasan ketat dan penerapan SOP keselamatan berlapis. Kelalaian sekecil apa pun dapat berujung bencana.
Fakta bahwa insiden serupa kembali terjadi memunculkan pertanyaan serius:
Apakah standar keselamatan benar-benar dijalankan, atau hanya formalitas di atas kertas.
Publik kini menunggu hasil penyelidikan aparat berwenang. Apakah kasus ini akan kembali ditutup dengan label klasik “kecelakaan kerja”, atau justru menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap sistem proteksi kebakaran dan manajemen risiko di galangan kapal.
Sebagai kawasan strategis dan hub maritim internasional, Batam dituntut menjaga standar keselamatan kelas dunia.
Jika insiden seperti ini terus berulang tanpa pembenahan nyata, bukan hanya nyawa pekerja yang dipertaruhkan reputasi industri maritim Batam di mata global pun ikut terbakar.
Hingga berita ini diturunkan, pihak instansi terkait belum dapat memberi keterangan resmi atas penyebab insiden kebakaran tersebut.(Ody)



























