Batam, [GT] – Perusahaan Gas Negara (PGN), menjamin pengembangan jaringan gas rumah tangga (jargas) di Kota Batam, Kepulauan Riau, tidak menghapus atau menghilangkan peredaran LPG 3 Kg.
Manager PGN Batam Wendi Purwanto menegaskan, kehadiran jargas bukan berarti menghilangkan LPG 3 kilogram dari peredaran. Tabung melon tetap akan tersedia bagi masyarakat yang belum memiliki akses jaringan gas, khususnya di daerah terpencil dan kepulauan.
“LPG 3 kilo tetap ada. Program ini bukan menghapus, tapi menata ulang agar subsidi lebih tepat sasaran,” tegasnya.
Sebagai bagian dari holding energi nasional bersama Pertamina Group, PGN mendapat mandat untuk mempercepat pembangunan infrastruktur gas bumi di wilayah perkotaan.
Batam dinilai memiliki kesiapan infrastruktur dan kepadatan penduduk yang ideal untuk menjadi model transformasi energi perkotaan. Jika proyek ini sukses, Wendi mengkleim, Batam akan menjadi rujukan bagi kota besar lain di Indonesia dalam implementasi jaringan gas rumah tangga.
Wendi juga mengajak, seluruh pemangku kepentingan, termasuk media dan masyarakat, untuk mendukung program nasional ini melalui penyebaran informasi yang edukatif dan konstruktif.
“Kalau Batam berhasil menjadi kota full jargas, ini bukan hanya keberhasilan PGN, tapi keberhasilan pemerintah dan masyarakat Indonesia,” pungkasnya.
Dengan target penyelesaian hingga 2030, Batam kini berada di garis depan transformasi energi nasional, mendorong efisiensi subsidi, memperkuat ketahanan energi, dan menjadi wajah baru kebijakan energi Indonesia di sektor minerba.(Nca)



























