Batam, [GT] — Tumpahan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di perairan Dangas mulai menampar keras kehidupan nelayan. Dinas Perikanan Kota Batam mencatat sedikitnya enam kelompok nelayan dari Sekupang dan Belakang Padang terdampak langsung pencemaran tersebut.
Para nelayan yang selama ini menggantungkan hidup dari laut kini terpaksa tetap melaut di tengah kekhawatiran. Ikan berkurang, hasil tak menentu, sementara pencemaran belum sepenuhnya tertangani.
Kepala Dinas Perikanan Kota Batam, Yudi Admajianto, menyebut dampak tidak hanya dirasakan nelayan sekitar Pantai Dangas. Banyak nelayan dari wilayah lain seperti Belakang Padang hingga Mentaru juga mencari ikan di perairan tersebut.
“Yang terdampak langsung Pantai Dangas, tapi nelayan yang biasa mencari ikan di sana berasal dari berbagai wilayah. Itu sudah kami data,” ujarnya, Senin (9/2/26).
Ironisnya, ikan dingkis yang biasanya masuk ke kelong kini ikut terdampak pencemaran. Wilayah Belakang Padang dan Pulau Pecong yang selama ini menjadi titik melimpahnya hasil tangkapan tak lagi aman.
Meski kapal yang diduga menjadi sumber tumpahan limbah telah dipindahkan, nasib nelayan masih menggantung. Pendataan kerugian ekonomi dan potensi kerusakan ekosistem laut kini diserahkan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Seluruh data kerugian nelayan, dampak lingkungan, hingga kondisi ekosistem akan disatukan untuk menentukan langkah lanjutan. Sementara itu, nelayan hanya bisa bertahan, melaut di laut yang tercemar, menunggu kejelasan tanggung jawab pihak-pihak terkait.(*)



























