Masinis Beri Alasan Logis Kereta Tak Bisa Rem Mendadak usai Viral Insiden KA Argo Bromo vs KRL di Bekasi Timur

Menyoroti penjelasan seorang masinis yang menjelaskan sistem pengereman kereta api usai viral insiden kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur. (YouTube.com/TrainspotterID - Instagram.com/@ekapurnamanurd)
Share

Bekasi, [GT] – Sebagian publik di media sosial tengah ramai menyoroti insiden tabrakan antara Kereta Api (KA) Argo Bromo dengan Kereta Rel Listrik di Stasiun Bekasi Timur, pada Senin, 27 April 2026 sekitar pukul 20.50 WIB.

Kala itu, rangkaian khusus wanita pada bagian belakang KRL terhantam kepala KA Argo Bromo hingga menimbulkan korban jiwa.

Advertisement

Pada saat kejadian, KRL tersebut terpaksa berhenti di jalur 1 Stasiun Bekasi Timur.

Hal tersebut, disebabkan oleh adanya insiden lain di area yang sama, saat KRL berbeda menabrak mobil listrik yang diduga mengalami mogok di perlintasan.

Akibat KRL yang terpaksa berhenti di perlintasan, KA Argo Bromo yang datang dari arah belakang tidak sempat menghindar dan menabrak gerbong nomor 8 yang merupakan rangkaian khusus wanita.

Berkaca dari hal itu, sebagian publik mempertanyakan sistem pengereman kereta saat insiden darurat terjadi di perlintasan.

Kini, penjelasan tersebut ternyata pernah dibeberkan oleh seorang masinis kereta api, Eka Purnama Nurdiansyah. Berikut ini penjelasannya.

Tak Bisa Langsung Berhenti

Melalui akun Instagramnya @ekapurnamanurd, pada Rabu, 22 April 2026, Eka membeberkan pandangannya menggunakan sistem simulasi pengereman milik PT KAI.

Lewat video yang ia bagikan, kereta dalam simulasi tampak tak berhenti begitu saja walaupun pengereman sudah dilakukan.

Terlebih, kereta dinilai perlu waktu beberapa saat untuk memastikan bahwa kereta telah berhenti sempurna walaupun telah dilakukan pengereman.

“Sistem pengoperasian dan reaksi pengereman pada simulator ini sudah diuji dan dibuat mirip dengan aslinya,” kata Eka.

“Butuh waktu lama untuk berhenti, artinya, semakin cepat, semakin lama untuk berhenti,” ujarnya.

Risiko Bahaya di Perlintasan Kereta

Dalam penuturannya, Eka mengingatkan pengguna jalan agar berhati-hati saat hendak melewati perlintasan kereta.

“Saat di perlintasan saja kami waspada teman-teman, walaupun istilahnya ini kami yang punya jalurnya,” terangnya.

Eka menilai, alangkah baiknya apabila warga tak terburu-buru dan mengutamakan kereta yang melintas sebagai langkah keamanan bila melalui perlintasan kereta api.

“Jangan menyepelekan saat akan lewat perlintasan kereta api. Kereta api tidak bisa berhenti secara mendadak,” jelas Eka.

“Hati-hati saat melintas! Ingat, keselamatan tanggung jawab bersama,” tandasnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *