Ramadhan Penuh Makna, Ditlantas Datangi Pesantren dan Pengendara Berbagi Takjil

Personil Ditlantas Polda Kepri berbagi takjil pada pengendara yang melintasi jalan Batam.(Ist_)
Share

Batam, [GT] – Direktorat Lalu Lintas Polda Kepulauan Riau kembali menghadirkan pendekatan humanis melalui Program Polantas Menyapa yang digelar lingkungan pendidikan keagamaan dan ruang publik, Selasa (24/2/2026).

Kegiatan dipimpin langsung oleh Dirlantas Polda Kepri, Taufiq Lukman Nurhidayat, bersama Kasubdit Gakkum, para perwira pertama, serta personel Ditlantas Polda Kepri.

Advertisement

Agenda diawali dengan Police Goes To Pesantren di Pondok Pesantren Walisongo, Batu Besar, Nongsa. Kegiatan ini menyasar dua titik strategis, yakni dengan tujuan memperkuat kedekatan polisi dan masyarakat selama Ramadan.

Personel Ditlantas memberikan sosialisasi dan edukasi Kamseltibcarlantas kepada para santri. Edukasi ini menitikberatkan pada pentingnya disiplin berlalu lintas, keselamatan berkendara, serta peran generasi muda dalam membangun budaya tertib di jalan raya.

Dirlantas Polda Kepri Kombes Taufiq Lukman menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat dengan pendekatan persuasif dan edukatif.

“Program Polantas Menyapa bukan hanya tentang keselamatan berlalu lintas, tetapi juga membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat. Momentum Ramadan menjadi saat yang tepat untuk mempererat silaturahmi sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya keselamatan di jalan,” ujar Taufiq Lukman Nurhidayat.

Setelah dari pesantren, kegiatan dilanjutkan dengan aksi sosial melalui program tematik Polantas Kepri Peduli Kasih Ramadan (PEKA RAMADHAN) di Simpang KDA/KBC. Personel Ditlantas membagikan takjil kepada pengendara dan masyarakat sekitar, menciptakan suasana hangat dan penuh apresiasi dari warga.

Menurut KBP Taufiq, kegiatan berbagi takjil ini bukan sekadar simbolis, tetapi bentuk nyata kehadiran Polantas dalam menumbuhkan empati sosial.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Polantas hadir tidak hanya dalam fungsi penegakan hukum, tetapi juga sebagai sahabat masyarakat. Keselamatan berlalu lintas dan kepedulian sosial harus berjalan beriringan,” tambahnya.

Program ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat, sekaligus menumbuhkan budaya tertib berlalu lintas yang berkelanjutan di wilayah Kepulauan Riau.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *